Surat Kabar The Independent - situs web analisis politik dan urusan terkini Rusia yang bergengsi - baru saja menerbitkan artikel berjudul "Vietnam - Destinasi istimewa bagi Presiden Vladimir Putin" oleh penulis dan analis berita internasional Grigory Trofimchuk.
Menurut seorang koresponden VNA di Moskow, artikel tersebut menekankan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Putin ke Vietnam pada tanggal 19-20 Juni atas undangan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong memiliki makna khusus.
Kunjungan ini sangat simbolis karena dilakukan bertepatan dengan peringatan 30 tahun penandatanganan Perjanjian tentang Prinsip-Prinsip Dasar Hubungan Persahabatan antara Federasi Rusia dan Republik Sosialis Vietnam (16 Juni 1994 - 16 Juni 2024), yang meletakkan fondasi dan dasar hukum bagi hubungan dalam tahap perkembangan baru.
Pakar Trofimchuk menunjukkan bahwa bekas Uni Soviet, Federasi Rusia saat ini, dan Vietnam menganut prinsip-prinsip kerja sama dan kemitraan yang luas dan konsisten. Vietnam menonjol di antara mitra-mitra Rusia yang bersahabat, dan hubungan kerja sama yang baik antara kedua negara telah terbukti di masa lalu dan masa kini.

Mengenai hubungan ekonomi dan perdagangan, menurut artikel tersebut, Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan Vietnam yang ditandatangani pada tahun 2015 merupakan jaminan yang dapat diandalkan bagi prinsip kerja sama bebas antarnegara.
Sebagai mitra strategis komprehensif Federasi Rusia, Vietnam memegang posisi penting dalam kebijakan "poros ke Timur" Rusia. Koordinasi yang lebih erat antara kedua negara akan berkontribusi pada perkembangan yang stabil di kawasan ekonomi internasional Asia Tenggara yang penting ini.
Penulis Trofimchuk menilai bahwa hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Vietnam dan Federasi Rusia masih memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, dengan energi menjadi bidang kerja sama utama.
Pertukaran budaya dan pendidikan juga telah diperluas, dan kerja sama antara daerah kedua negara menjadi semakin hidup, dengan komunitas Vietnam di Federasi Rusia sebagai jembatan.
Di akhir artikel, penulis Trofimchuk menegaskan bahwa menjelang peristiwa penting lainnya, peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara (1950-2025), kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Vietnam akan memperkuat momentum untuk semakin memperdalam kemitraan strategis komprehensif.
Source: https://www.vietnamplus.vn/chuyen-gia-nga-chuyen-tham-cua-tong-thong-lam-sau-sac-hon-nua-quan-he-viet-nga-post959724.vnp
Komentar (0)