Acara tersebut, yang diselenggarakan bersama oleh Universitas Ekonomi dan Teknik Industri ( Kementerian Perindustrian dan Perdagangan ) dan Universitas Ekonomi Nasional, diadakan dalam format tatap muka dan daring. Konferensi ini menarik lebih dari 900 delegasi dari kementerian, departemen, daerah, lembaga penelitian, universitas, manajer, dan bisnis.
Hampir 100 ilmuwan, peneliti, dan manajer dari berbagai bidang di 23 lembaga dan bisnis di seluruh negeri berpartisipasi dalam penulisan makalah untuk konferensi tersebut, menciptakan forum bagi para ilmuwan, manajer, dan bisnis untuk mengidentifikasi keuntungan, kesulitan, dan tantangan transformasi digital guna mengembangkan ekonomi digital.
Dr. Tran Hoang Long, Rektor Universitas Ekonomi dan Teknik Industri, menyatakan: Transformasi digital memainkan peran penting dalam pembentukan dan pengembangan ekonomi digital dan masyarakat digital, membuka banyak peluang dan ruang untuk inovasi di semua sektor ekonomi dan kehidupan sosial. Transformasi digital menciptakan koneksi yang kuat, membentuk fondasi penting untuk pengembangan model bisnis baru, layanan canggih, dan pengalaman pelanggan.
Di era teknologi, transformasi digital bukan hanya tren tetapi juga strategi yang diperlukan untuk mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai tambah. Melalui kombinasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, blockchain, dan IoT (Internet of Things), negara, lembaga, dan bisnis secara proaktif beradaptasi dan memaksimalkan peluang yang ditawarkan oleh transformasi digital untuk membentuk masa depan. Lembaga pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk tenaga kerja masa depan untuk ekonomi digital dan masyarakat digital. Pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pengetahuan dan sebagai fondasi untuk mengembangkan keterampilan digital, pemikiran kreatif, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat.
Pada konferensi tersebut, para delegasi dan tamu berfokus pada isu-isu utama di bidang transformasi digital – tren terbaru dalam transformasi digital, mengidentifikasi tantangan, dan mengeksplorasi peluang yang muncul.
Isu-isu lain yang dibahas meliputi: kondisi dasar untuk mengembangkan ekonomi digital; rencana dan strategi untuk implementasi transformasi digital yang efektif; transformasi digital: peluang dan tantangan bagi organisasi dan bisnis; pengembangan sumber daya manusia untuk memenuhi persyaratan ekonomi digital; dan isu-isu terkait lainnya.
Pada sesi presentasi resmi, Panitia Penyelenggara memilih lima makalah yang berfokus pada isu-isu kunci transformasi digital, yang terkait erat dengan bidang-bidang seperti manajemen negara, pendidikan, dan perbankan.
Selama enam bulan persiapan dan pengorganisasian, Panitia Penyelenggara Konferensi menerima 90 makalah dari 87 penulis dari 23 organisasi, lembaga, institut penelitian, dan universitas di seluruh negeri. Sekretariat Konferensi menyusun 46 makalah berharga dan menerbitkan Prosiding Konferensi.
Lokakarya ini mengalokasikan waktu untuk diskusi, dengan pertanyaan langsung dan daring dari para peserta, yang berfokus pada aspek praktis transformasi digital. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan kepada panelis dan empat pembicara utama. Topik diskusi berpusat pada isu-isu seperti model universitas digital; keamanan siber; tren dan model strategis yang perlu dikembangkan untuk transformasi digital; pelatihan tenaga kerja digital; dan pelatihan ulang staf universitas untuk beradaptasi dengan perubahan pesat di era digital saat ini.
Melalui konferensi tersebut, banyak aspek inti transformasi digital diklarifikasi oleh para ilmuwan, dan kontribusi ilmiah yang berharga telah diberikan, yang menjadi dasar bagi para ilmuwan, manajer, dan ahli untuk terus meneliti, mengembangkan, dan menerapkan kebijakan, peraturan, dan solusi digital dalam praktik, serta berkontribusi pada percepatan pembangunan sosial-ekonomi negara.
Tautan sumber







Komentar (0)