Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Taman Nasional Bendigo

Bendigo lebih dari sekadar sejarah. Taman Nasional Bendigo menyambut puluhan ribu pengunjung setiap tahun yang datang untuk menjelajahi alam dan berpartisipasi dalam olahraga serta kegiatan pengalaman.

Việt NamViệt Nam22/04/2024

Taman Nasional Bendigo adalah tempat yang ideal untuk mengamati spesies burung endemik Australia seperti burung wrasse pelangi.

Dua jalur pendakian paling populer di Taman Nasional Bendigo adalah Whipstick Walk dan Mulga Dam Nature Exploration Walk. Para pendaki di kedua jalur ini akan memiliki kesempatan untuk menjelajahi ekosistem hutan konifer yang jarang dan khas di Victoria. Di luar hutan terdapat padang rumput yang ditumbuhi beberapa pohon cemara yang tersebar. Padang rumput ini merupakan tempat bersarang yang sangat baik bagi burung-burung.

Para ilmuwan telah mencatat lebih dari 170 spesies burung yang hidup di Taman Nasional Bendigo, termasuk spesies terkenal seperti Gilbert's Whistle – burung endemik Australia, crested bellbird, dan Colluricincla harmonica – spesies burung dalam famili Pachycephalidae. Selain itu, taman ini juga merupakan rumah bagi Kanguru Abu-abu Timur, Wallaby Hitam, dan echidna. Yang unik di Bendigo adalah kadal tak berkaki berekor merah muda, yang menyerupai ular dan cacing. Waktu terbaik untuk mendaki dan menjelajahi Taman Nasional Bendigo adalah selama musim berbunga antara bulan Agustus dan Oktober.

Penambangan emas telah menyebabkan perubahan geografis yang signifikan di Bendigo, dan taman nasional ini pun tidak terkecuali. Di dalam taman tersebut terdapat Tebing Merah Muda (Pink Cliffs), di mana tanahnya meninggi membentuk tebing-tebing yang berkelok-kelok dan seperti labirin. Awalnya merupakan tambang emas pada akhir abad ke-19, para penambang tidak menggali emas tetapi menggunakan semburan air bertekanan tinggi untuk menyingkap urat emas di bawahnya. Seiring waktu, mereka mengubah Tebing Merah Muda menjadi lanskap perbukitan dengan bentuk yang unik. Bukit-bukit dan gundukan-gundukan ini, dengan nuansa kuning, merah muda, dan oranye, menjadi semakin aneh saat senja, menciptakan latar belakang yang menakjubkan untuk foto-foto kenangan para wisatawan .

Meskipun tambang emas di Taman Nasional Bendigo telah ditutup, beberapa turis masih ingin mencoba peruntungan mereka. Toko-toko di pintu masuk taman menyewakan detektor logam untuk membantu pengunjung menjelajahi setiap inci tanah. Pengunjung dapat membawa sekop dan kantong plastik untuk menyimpan hasil temuan mereka. Banyak turis tidak menemukan emas, tetapi malah menemukan pecahan kapak dan pisau batu prasejarah.

Pengalaman lain bagi pengunjung Bendigo Park adalah kunjungan ke desa suku Dja Dja Wurrung. Populasi suku Dja Dja Wurrung telah menurun secara signifikan akibat perang, penyakit, dan faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, generasi Dja Dja Wurrung saat ini sangat peduli dengan pelestarian jejak leluhur mereka. Desa kuno suku Dja Dja Wurrung yang direkonstruksi di Bendigo Park akan membantu pengunjung mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan, kepercayaan, sejarah, dan budaya masyarakat mereka.

Sumber: https://hanoimoi.vn/cong-vien-quoc-gia-bendigo-664225.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Berbaris

Berbaris

tidak bersalah

tidak bersalah

Aku mencintai Vietnam

Aku mencintai Vietnam