
Semakin banyak teknologi yang diintegrasikan oleh produsen mobil untuk membedakan diri di pasar dan menarik pelanggan - Foto: CONG TRUNG
Paket perangkat lunak dan layanan konektivitas juga menciptakan biaya baru bagi pembeli mobil.
Teknologi baru membuat berkendara lebih nyaman.
Saat makan siang di Kota Ho Chi Minh, Bapak Nguyen Minh meninggalkan kantornya dan pergi ke tempat parkir setelah hampir empat jam mobil listriknya terparkir di luar. Sebelumnya, setiap kali ia membuka pintu mobil, udara panas akan keluar, setir akan menjadi sangat panas, dan ia harus menyalakan AC dan menunggu beberapa menit agar bagian dalam mobil menjadi dingin.
Kebiasaan itu kini telah berubah. Sebelum turun lift, dia membuka aplikasi di ponselnya, memeriksa level baterai, memastikan mobil terkunci, dan menyalakan AC. Saat sampai di tempat parkir, kabin mobil sudah terasa sejuk.
"Hanya dengan menggunakan aplikasi ini, Anda dapat menghidupkan AC, menurunkan jendela, dan memeriksa level baterai. Dibandingkan dengan model mobil sebelumnya, penggunaannya jauh lebih nyaman," kata Minh.
Di sebuah gedung apartemen di distrik Binh Thanh, Ibu My Hanh juga merasa lebih tenang saat memarkir mobilnya di garasi bawah tanah berkat kamera 360 derajat, sensor tabrakan, garis panduan, dan mode parkir mundur otomatis. "Teknologi tidak membuat saya langsung menjadi pengemudi yang lebih baik, tetapi membantu saya merasa kurang takut saat bermanuver di ruang sempit," ujar Ibu Hanh.
Pengalaman seperti itu mengubah cara pandang masyarakat Vietnam terhadap mobil. Banyak penjual mobil di Kota Ho Chi Minh mengatakan bahwa dulu pelanggan menanyakan tentang tenaga mobil, efisiensi bahan bakar, dan daya tahannya, tetapi sekarang banyak orang bertanya apakah aplikasi tersebut memungkinkan kendali jarak jauh, apakah kamera penglihatan malamnya jernih, apakah asisten suara memahami bahasa Vietnam, dan fitur mana yang memerlukan pembayaran tambahan.
Kokpit menjadi daya tarik penjualan.
Persaingan teknologi di kokpit tidak lagi terbatas pada mobil mewah. Mercedes-Benz E-Class generasi terbaru di Vietnam menarik perhatian dengan kamera selfie yang terintegrasi ke dalam dasbor.
Bapak Do Phu Cuong, Manajer Senior Manajemen Produk di Mercedes-Benz Vietnam, mengatakan bahwa sistem ini tidak hanya digunakan untuk mengambil foto, tetapi juga untuk rapat online melalui Zoom, menggunakan pengenalan wajah untuk secara otomatis menyesuaikan tempat duduk, pencahayaan, dan musik sesuai dengan profil individu masing-masing orang. Untuk memastikan keamanan, fitur rapat online hanya berfungsi saat kendaraan benar-benar berhenti.
Mercedes-Benz bukanlah satu-satunya produsen mobil yang mengubah kokpit menjadi ruang berteknologi tinggi dengan kokpit virtual, layar besar, kamera 360 derajat, dan paket bantuan pengemudi.
Di segmen utama, peringatan tabrakan, penjaga jalur, pengereman otomatis, dan kontrol jelajah adaptif juga semakin umum. Produsen mobil Tiongkok seperti BYD, Haval, Omoda, Jaecoo, MG, dan Aion juga memilih teknologi sebagai "titik masuk" mereka ke pasar.
Fasilitas mewah tentu ada harganya.
Menurut Bapak Nguyen Minh Dong, seorang ahli teknik otomotif yang sebelumnya bekerja di Volkswagen Group, mobil modern bukan lagi sekadar produk mekanis, melainkan sistem kendali kompleks di mana perangkat lunak dan algoritma memainkan peran penting dalam keselamatan dan kenyamanan.
Sebelumnya, sebuah mobil hampir selalu dalam konfigurasi aslinya setelah dijual. Sekarang, melalui pembaruan perangkat lunak, mobil tersebut dapat diperbaiki bug-nya, antarmuka diubah, fitur baru ditambahkan, atau layanan tambahan ditawarkan.
Produsen mobil tidak hanya menjual mobil sekali saja; mereka juga dapat menjual perangkat lunak tambahan, paket data, peta, hiburan, kendali jarak jauh, atau fitur personalisasi.
Di Vietnam, tren penjualan pengalaman purna jual semakin jelas melalui aplikasi mobil terhubung seperti menyalakan AC sebelum masuk ke mobil, memeriksa level baterai atau bahan bakar, melacak lokasi kendaraan, mengunci/membuka pintu dari jarak jauh, peringatan intrusi, memantau tekanan ban, menjadwalkan perawatan, dan menemukan stasiun pengisian daya.
Saat ini VinFast menawarkan VF Connect pada model VF 6, VF 7, VF 8, dan VF 9 dengan beberapa tingkatan layanan. Paket Dasar tetap menjadi tingkatan fitur inti. Paket berbayar meliputi VF Connect Pro, Premium, dan Prime.
Paket Pro harganya 799.000 VND/tahun, 2.999.000 VND/5 tahun, atau 3.999.000 VND/10 tahun; paket Premium harganya 1.299.000 VND/tahun atau 4.999.000 VND/5 tahun; dan paket Prime harganya 1.599.000 VND/tahun.
Paket yang lebih tinggi menambahkan kontrol kendaraan jarak jauh, peringatan intrusi, asisten virtual pintar, data peta, toko aplikasi hiburan, data seluler, dan WiFi di dalam mobil.
Baru-baru ini, aplikasi BYD pada model Sealion 6 PHEV di Vietnam telah menarik perhatian. Aplikasi ini memungkinkan pemilik untuk mengunci/membuka pintu, menghidupkan AC, memeriksa tekanan ban, level baterai, melacak lokasi kendaraan, atau menjadwalkan pendinginan kabin.
Namun, biaya sekali bayar sekitar 15,1 juta VND, tanpa biaya tambahan, telah memicu banyak perdebatan di forum otomotif. Beberapa dealer BYD berpendapat bahwa pengenaan biaya untuk perangkat lunak adalah tren yang dapat dimengerti, karena layanan konektivitas membutuhkan biaya untuk memelihara server, data peta, keamanan, kartu SIM, infrastruktur telekomunikasi, dan pembaruan perangkat lunak.
Namun, permasalahannya bukan hanya tentang apakah akan mengenakan biaya atau tidak, tetapi juga tentang bagaimana biaya tersebut dikumpulkan, jumlah yang dikenakan, dan apakah informasi tersebut diungkapkan secara jelas kepada pelanggan sejak awal.
Jangan biarkan pelanggan merasa bahwa "membeli mobil saja tidak cukup."
Beberapa pelanggan berpendapat bahwa fitur-fitur yang berhubungan langsung dengan pengalaman dasar, seperti kontrol iklim, pengecekan status kendaraan, pelacakan kendaraan, atau peringatan keamanan, harus dinyatakan dengan jelas sejak awal: berapa lama fitur tersebut gratis, berapa biaya yang akan dikenakan setelahnya, dan apakah dikenakan biaya bulanan, tahunan, atau seumur hidup. Saat kendaraan dijual kembali, juga perlu diklarifikasi apakah paket layanan tersebut termasuk dalam kendaraan atau terikat pada akun pemilik sebelumnya.
Menurut banyak pakar otomotif, seiring dengan semakin kompleksnya teknologi dalam mobil, transparansi kepada pengguna menjadi persyaratan yang sangat penting. Teknologi hanya benar-benar bermakna ketika membuat berkendara lebih aman, lebih nyaman, dan lebih mudah dikendalikan.
Oleh karena itu, produsen mobil yang mengembangkan fitur-fitur yang ramah pengguna, andal, aman, dan terjangkau akan memiliki keunggulan dalam menarik pelanggan.
Berikut adalah biaya-biaya baru yang perlu ditanyakan dengan cermat oleh pembeli mobil.
Saat membeli mobil dengan banyak fitur konektivitas, pelanggan harus menanyakan dengan jelas apakah aplikasi kontrol mobil tersebut gratis, berapa lama masa berlakunya, dan apakah biayanya dibebankan setiap bulan, setiap tahun, atau seumur hidup.
Fitur-fitur yang perlu ditanyakan meliputi kontrol iklim jarak jauh, penguncian/pembukaan pintu jarak jauh, lokasi kendaraan, peringatan intrusi, data peta, asisten virtual, toko aplikasi hiburan, WiFi, data seluler dalam mobil, dan pembaruan perangkat lunak.
Selain itu, saat menjual kembali mobil, pembeli perlu mengetahui apakah paket servis sudah termasuk dalam harga mobil atau terikat pada akun pemilik sebelumnya.
Sumber: https://tuoitre.vn/cuoc-dua-trong-khoang-lai-o-to-20260531232532082.htm








Komentar (0)