Alves bermain bersama Neymar selama bertahun-tahun di Barcelona, tim nasional Brasil, dan sempat bermain untuk PSG. Saat menunggu persidangan tahun lalu, Alves meminta bantuan mantan rekan setimnya tersebut ketika ia sedang mengalami kesulitan keuangan.
Pada 11 April, pengacara Alves, Ines Guardiola, mengonfirmasi kepada AFP bahwa kliennya telah membayar $164.000 kepada ayah Neymar, Neymar da Silva Santos. Ines tidak mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang metode pembayaran atau kemungkinan adanya utang antara kedua belah pihak.
Alves (tengah) dan pengacara Guardiola di Barcelona. Foto: Icon Sport
Pada 22 Februari, Alves dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara atas tuduhan memperkosa seorang perempuan berusia 23 tahun di sebuah kelab malam di Barcelona pada akhir 2022. Selain itu, mantan bek Barcelona dan PSG tersebut juga menjalani pengawasan hukum selama 5 tahun tambahan dan harus mematuhi larangan kontak dengan korban selama 9 tahun 6 bulan.
Pada 20 Maret, Pengadilan Banding Spanyol mengabulkan permohonan pembebasan bersyarat Alves sambil menunggu vonis. Selain membayar jaminan sebesar $1,1 juta, paspor mantan bek Barca tersebut disita, ia harus melapor ke polisi setiap minggu, dan dilarang menghubungi atau bepergian dalam radius 1 km dari penuduh.
Pembayaran jaminan harus dilakukan secara anonim, menurut peraturan pemerintah Spanyol, yang membahayakan reputasi siapa pun yang membantu Alves.
Neymar dan Alves (kiri) saat masih bermain untuk Barca. Foto: FC Barcelona
Mantan rekan setimnya di Barca, Memphis Depay, kemudian dilaporkan telah membayar jaminan Alves. Namun, agen Depay, Sebastien Ledure, membantah laporan tersebut.
Menurut jurnalis Spanyol Marisa Martin Blazquez, sebuah majalah terkemuka Brasil setuju untuk membebaskan Alves dengan imbalan wawancara. Kesepakatan itu disertai sejumlah syarat, termasuk wawancara tersebut harus difilmkan sebagai dokumenter, dan istri Alves, Joana Sanz, juga akan dilibatkan.
Tim hukum korban mengajukan banding atas pembebasan Alves dengan jaminan. Namun awal pekan ini, pengadilan Barcelona menolak banding tersebut.
Pengacara Alves meminta klien mereka dibebaskan. Jaksa menuntut hukuman sembilan tahun, sementara pengacara korban menuntut 12 tahun. Sidang banding belum ditetapkan, tetapi Alves kemungkinan akan menghadapi proses hukum yang panjang hingga awal 2025.
Hong Duy
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)