• Menggali potensi ekowisata dan memperketat pengelolaan hutan lindung.
  • Finalisasi Rencana Pengembangan Pariwisata Ca Mau : Menuju Pariwisata Ramah Lingkungan dan Bernilai Tinggi
  • "Menggali" potensi pariwisata dari warisan budaya.
  • Kawasan wisata dan objek wisata Ca Mau siap menyambut pengunjung pada tanggal 30 April.

Pesona negeri paling selatan dari Tanah Air

Selama hari libur, banyak orang berbondong-bondong ke Kawasan Wisata Tanjung Ca Mau (komune Dat Mui). Tempat ini menarik pengunjung bukan hanya karena signifikansi geografisnya tetapi juga karena nilai simbolisnya yang sakral. Wisatawan datang untuk melakukan check-in di penanda koordinat nasional, untuk lebih memahami panjang negara dan kebanggaan nasional mereka.

Wisatawan melakukan check-in di penanda koordinat nasional di dalam Kawasan Wisata Tanjung Ca Mau (komune Dat Mui).

Berbeda dengan banyak destinasi wisata yang ramai, Ca Mau memikat hati wisatawan dengan keindahan alamnya yang masih alami. Di Taman Nasional Ca Mau Cape, pengunjung dapat menikmati perjalanan perahu menyusuri hutan, mengamati ekosistem mangrove, dan mempelajari kehidupan masyarakat setempat.

Bapak Cao The Ky, seorang wisatawan dari provinsi Ninh Binh , berbagi: “Ini adalah kunjungan kedua saya ke Ca Mau, dan saya melihat bahwa daerah ini berkembang pesat dalam segala aspek, mulai dari kehidupan masyarakat dan infrastruktur pariwisata hingga transportasi. Hal ini membuat saya sangat gembira dan bangga, dan saya selalu berharap negara kita akan terus berkembang, terutama Ca Mau - titik paling selatan Tanah Air.”

Selama festival, banyak pengunjung datang ke Patung Buddha Quan Am untuk mempersembahkan dupa dan berdoa memohon perdamaian.

Selain ekowisata, destinasi spiritual juga turut menambah daya tarik unik Ca Mau selama liburan. Banyak wisatawan memilih untuk mengunjungi Patung Buddha Quan Am, Gereja Tac Say, atau Pagoda Siem Can untuk mempersembahkan dupa dan berdoa memohon kedamaian.