Menurut laporan tersebut, dalam 7 bulan pertama tahun ini, pekerjaan peradilan provinsi dilaksanakan secara komprehensif, dengan fokus dan poin-poin utama yang mengikuti program dan rencana kerja sektor tersebut. Beberapa pekerjaan telah mengalami perubahan positif dan mencapai hasil yang tinggi seperti: Kualitas pekerjaan membangun, menilai dan memeriksa dokumen hukum telah ditingkatkan. Manajemen negara administrasi peradilan, dukungan peradilan, kontrol prosedur administratif, kegiatan notaris, dan lelang properti telah mencapai hasil yang luar biasa, memberikan kontribusi penting bagi pembangunan sosial -ekonomi provinsi, meningkatkan peran dan posisi sektor dalam sistem lembaga administrasi negara. Dalam 7 bulan pertama tahun ini, Kantor Notaris No. 1 melakukan notarisasi dan otentikasi 8.235 kasus. Pekerjaan mediasi di tingkat akar rumput telah difokuskan pada implementasi, menerima 281 kasus, yang 142 kasus berhasil dimediasi. Pekerjaan status sipil, otentikasi, hak asuh anak, catatan peradilan, dan kompensasi negara telah difokuskan pada implementasi. Pencatatan kelahiran, pencatatan penduduk tetap, dan kartu jaminan kesehatan telah diterbitkan untuk 4.077 kasus anak di bawah usia 6 tahun; pencatatan kematian, pembatalan pencatatan penduduk tetap, dan santunan pemakaman telah diberikan untuk 1.502 kasus. Bantuan hukum telah diberikan untuk 304 kasus, yang 302 di antaranya melibatkan litigasi; 2 kasus diwakili di luar litigasi... Selain itu, kepemimpinan dan arahan Komite Partai dan kepemimpinan Departemen telah diperkuat, peran kepala departemen, unit, dan organisasi massa telah dipromosikan; tanggung jawab pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil dalam melaksanakan pekerjaan reformasi administrasi, indikator PAR INDEX, PCI, PAPI, SIPAS, ICT, DTI, DDCI telah ditingkatkan. Hasilnya, Indeks Kinerja Tata Kelola dan Administrasi Publik Provinsi (PAPI) tahun 2022 mencapai 1,8223/3,4 poin, meningkat 0,0323 poin, peringkat 34/63 secara nasional. Indeks Reformasi Administrasi Publik (PAR INDEX) mencapai 9,371/10 poin, peringkat 11/63. Indeks SIPAS provinsi 2022, Departemen Kehakiman, berada di peringkat ke-22, dengan kontribusi 92,46%. Hal ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan hukum yang stabil bagi pembangunan sosial-ekonomi di provinsi tersebut pada tahun 2023.
Kamerad Tran Quoc Nam, Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi, Ketua Komite Rakyat Provinsi berbicara pada pertemuan tersebut.
Menutup rapat kerja, Ketua Komite Rakyat Provinsi sangat mengapresiasi upaya Kementerian Kehakiman selama ini. Pada saat yang sama, beliau meminta agar di sisa tahun 2023, Kementerian Kehakiman menindaklanjuti program kerja sektor dan provinsi dengan saksama untuk fokus pada pelaksanaan dan penyelesaian tugas yang diberikan. Khususnya, mendorong pelaksanaan Proyek Pengembangan Aplikasi Data Kependudukan, Identifikasi, dan Autentikasi Elektronik untuk mendukung transformasi digital nasional pada periode 2022-2025 di provinsi; berkoordinasi dengan sektor terkait untuk memberikan masukan kepada Komite Rakyat Provinsi agar segera dan sepenuhnya menerbitkan dokumen yang memuat ketentuan hukum, panduan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang peradilan; mendorong konsolidasi organisasi dan aparatur, serta meningkatkan kapasitas kader, pegawai negeri sipil, dan pegawai negeri sipil agar setara dengan tugas yang diberikan; dan berfokus pada penerapan solusi untuk meningkatkan, memelihara, dan menstabilkan indikator-indikator berikut: INDEKS PAR, PAPI, dan SIPAS pada tahun 2023 dan tahun-tahun berikutnya.
Bulan merah
Sumber
Komentar (0)