Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Terobosan kelembagaan melampaui sekadar membuat dan mengubah undang-undang.

Ketika kita berbicara tentang terobosan kelembagaan, kita sering langsung berpikir tentang pemberlakuan atau amandemen undang-undang, atau menghilangkan tumpang tindih dalam mekanisme dan kebijakan. Itu benar, tetapi mungkin masih belum cukup.

Báo Đại biểu Nhân dânBáo Đại biểu Nhân dân08/05/2026

Pada kenyataannya, meskipun memiliki sistem hukum yang sama, hasil pembangunan sangat bervariasi antar wilayah. Di beberapa daerah, bisnis semakin tertarik, prosedur diproses dengan cepat, dan lingkungan investasi menguntungkan. Namun, di daerah lain, bahkan dengan kebijakan yang serupa, investor tetap ragu-ragu karena penundaan, kecenderungan untuk menghindari tanggung jawab, atau kurangnya dukungan dari lembaga pelaksana.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kekuatan suatu institusi terletak pada teks hukum itu sendiri dan bagaimana masyarakat serta mekanisme operasionalnya menegakkan peraturan tersebut dalam praktiknya.

Ekonom peraih Hadiah Nobel, Douglass North, pernah menyebut institusi sebagai "aturan main dalam masyarakat." Menurut pendekatan ini, institusi mencakup tidak hanya hukum dan mekanisme penegakan hukum, tetapi juga norma perilaku, praktik budaya, kepercayaan sosial, dan rasa tanggung jawab yang mengatur hubungan antar manusia.

Dengan kata lain, di samping bagian "keras" dari sistem hukum, terdapat bagian "lunak" atau "informal" dari lembaga tersebut, seperti: budaya pelayanan publik, etika sosial, semangat pelayanan, rasa kepatuhan, dan perilaku subjek dalam masyarakat.

Aspek "lunak" dari suatu institusi seringkali sama pentingnya dengan kerangka hukum "keras". Hal ini cukup jelas terlihat dalam peringkat Indeks Daya Saing Provinsi (PCI). Kesenjangan antara daerah peringkat teratas dan terbawah tidak sepenuhnya terletak pada perbedaan undang-undang, tetapi seringkali pada sikap dalam melayani bisnis, rasa tanggung jawab para pejabat, kemampuan untuk berkoordinasi antar lembaga, dan tingkat transparansi dalam menangani pekerjaan.

Hal ini sangat menggugah pikiran mengingat negara kita memasuki fase pembangunan baru dengan tuntutan pertumbuhan yang tinggi dan berkelanjutan serta persaingan yang semakin ketat. Dalam proses ini, hambatan terbesar terkadang bukanlah kurangnya hukum, melainkan kualitas penegakan hukum, stabilitas kebijakan, kepercayaan pasar, dan budaya tata kelola.

Bukan suatu kebetulan bahwa belakangan ini, Partai dan Negara terus menekankan perlunya membangun tim kader yang berani berpikir, berani bertindak, dan berani bertanggung jawab atas kepentingan bersama; membangun budaya pengabdian masyarakat dan etika pengabdian masyarakat; dan pada saat yang sama, berfokus pada pembangunan nilai-nilai nasional, nilai-nilai budaya, dan standar bagi rakyat Vietnam di era baru. Hal ini justru untuk memperkuat fondasi "institusional lunak" bagi pembangunan.

Ketika sistem beroperasi secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab; ketika warga dan pelaku bisnis merasakan semangat pelayanan daripada pola pikir manajemen yang berorientasi pada kontrol; dan ketika masyarakat menghargai kejujuran, disiplin, dan penghormatan terhadap komitmen, maka biaya transaksi akan menurun secara signifikan, sumber daya akan dibebaskan secara lebih efektif, dan kepercayaan terhadap pembangunan akan diperkuat secara lebih berkelanjutan.

Tentu saja, menekankan peran norma sosial bukan berarti meremehkan peran hukum atau membiarkan kebiasaan mengesampingkan hukum. Di negara hukum modern, hukum tetap memegang posisi tertinggi, berfungsi sebagai fondasi untuk memastikan keadilan, persatuan, dan ketertiban sosial.

Namun, perlu juga diakui bahwa, sesempurna apa pun hukum itu, hukum tidak dapat sepenuhnya menggantikan etika sosial, budaya penegakan hukum, dan rasa tanggung jawab manusia. Suatu sistem hanya beroperasi secara efektif ketika, di samping peraturan hukum, juga terdapat budaya tindakan. Suatu masyarakat hanya berkembang secara berkelanjutan ketika, di samping mekanisme pengendalian, juga terdapat kesadaran diri dan kepercayaan.

Oleh karena itu, reformasi tidak berhenti pada amandemen atau pengesahan lebih banyak dokumen hukum. Lebih penting lagi, reformasi adalah tentang membangun ekosistem kelembagaan yang tersinkronisasi di mana hukum yang transparan berjalan seiring dengan budaya penegakan hukum yang modern; manajemen negara yang efektif berjalan seiring dengan semangat pelayanan; dan disiplin hukum berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan etika pelayanan publik.

Ini akan menjadi landasan bagi kebijakan-kebijakan utama yang akan diimplementasikan, agar hukum-hukum menjadi benar secara tertulis dan efektif dalam praktiknya, serta agar terobosan-terobosan kelembagaan benar-benar menjadi kekuatan pendorong pembangunan nasional di era baru.

Sumber: https://daibieunhandan.vn/dot-pha-the-che-khong-dung-o-lam-luat-sua-luat-10416349.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Ekowisata

Ekowisata

Bus Musik

Bus Musik

foto ibu dan bayi

foto ibu dan bayi