![]() |
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengumumkan bahwa semua produsen mobil dan sepeda motor yang saat ini memproduksi dan merakit kendaraan di Vietnam telah setuju untuk menggunakan bensin E10. Foto: Hoai Bao . |
Sebelum peluncuran bahan bakar bioetanol E10 secara nasional pada tanggal 1 Juni, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan terus menanggapi berbagai kekhawatiran di kalangan konsumen, seperti panas berlebih pada mesin, korosi, penyerapan air, dan dampak pada garansi kendaraan.
Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bensin E10 menyebabkan mesin terlalu panas jika kendaraan dioperasikan dengan benar. Ini adalah salah satu kekhawatiran yang sering diangkat di forum dan media sosial baru-baru ini seiring Vietnam bersiap untuk beralih menggunakan bahan bakar baru ini.
Mengenai risiko korosi mesin, badan pengatur menyatakan bahwa uji ilmiah telah menunjukkan bahwa meskipun etanol lebih korosif daripada bensin mineral tradisional, dampak bensin E10 pada komponen mesin minimal. Secara khusus, sebagian besar mobil dan sepeda motor modern dirancang agar kompatibel dengan bahan bakar E10 dan menggunakan material yang sesuai untuk meminimalkan potensi dampaknya.
Selain itu, etanol memiliki kapasitas higroskopis yang lebih tinggi daripada bensin mineral, sehingga pengguna harus membatasi penyimpanan bahan bakar dalam jangka panjang. Tangki bahan bakar harus tertutup rapat untuk mencegah air atau kelembapan masuk dan memengaruhi kualitas bensin.
Mengenai pemisahan fasa, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengutip hasil uji praktis yang menunjukkan bahwa bensin E10 tetap stabil dalam kondisi penyimpanan normal. Secara khusus, uji yang dilakukan dalam wadah kaca menunjukkan bahwa setelah 3 bulan penyimpanan, bensin E10 tidak menunjukkan pemisahan fasa apa pun.
Namun, pihak berwenang tetap menyarankan masyarakat untuk tidak menyimpan bensin E10 terlalu lama, tetapi menggunakan bahan bakar tersebut dalam waktu yang tepat dan menyimpannya dengan benar untuk memastikan kualitas bahan bakar.
Untuk kendaraan yang jarang digunakan, pemilik harus menghidupkan mobil secara berkala, memeriksa level bahan bakar secara teratur, dan melakukan perawatan sesuai petunjuk pabrikan. Hal ini dianggap sebagai tindakan yang diperlukan, tidak hanya untuk bensin E10 tetapi juga untuk jenis bahan bakar lainnya, untuk menjaga pengoperasian kendaraan yang stabil.
Badan tersebut juga menyarankan masyarakat untuk memilih membeli bensin dari toko yang terpercaya, menghindari membiarkan kendaraan mereka tidak aktif terlalu lama, dan melakukan perawatan rutin untuk memastikan efisiensi bahan bakar dan umur mesin yang lebih panjang.
Terkait masalah garansi, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa semua produsen mobil dan sepeda motor yang saat ini memproduksi dan merakit kendaraan di Vietnam menerima penggunaan bahan bakar E10 untuk model mereka yang beredar di pasaran. Penggunaan bensin E10 saat ini tidak termasuk dalam daftar pengecualian garansi untuk produsen. Namun, pengguna tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan manual teknis dan instruksi khusus dari setiap produsen kendaraan untuk memilih bahan bakar yang paling sesuai untuk kendaraan mereka.
Sumber: https://znews.vn/dung-xang-e10-co-anh-huong-den-dieu-kien-bao-hanh-xe-post1655491.html









Komentar (0)