Penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) adalah kondisi di mana lemak berlebih menumpuk di hati meskipun pasien tidak minum alkohol atau hanya minum sedikit alkohol. Menurut situs web kesehatan WebMD (AS), ikan adalah sumber makanan yang kaya protein, rendah lemak tidak sehat, dan cocok untuk penderita kondisi ini.
Mengapa mengonsumsi ikan baik untuk hati?
Manfaat ikan yang paling menonjol terletak pada kandungan omega-3-nya. Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3 rantai panjang (EPA dan DHA), yang telah diteliti karena sifat anti-inflamasinya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa omega-3 dari ikan berlemak dapat membantu mengurangi lemak hati dan memperbaiki penanda hepatitis jika dimasukkan dalam diet seimbang dan dengan pengendalian energi yang tepat.

Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3, yang telah diteliti karena sifat anti-inflamasinya.
Foto: NQ dibuat dari GM
Selain omega-3, ikan juga menyediakan vitamin D, selenium, dan vitamin B—nutrisi yang mendukung kesehatan metabolisme. Mengonsumsi ikan sebagai bagian dari diet Mediterania juga dianggap bermanfaat bagi penderita penyakit hati berlemak.
Jenis-jenis ikan yang baik untuk penderita penyakit hati berlemak.
Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) merekomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya dua porsi ikan per minggu (setiap porsi sekitar 140g ikan yang dimasak), dengan setidaknya satu porsi berupa ikan berlemak.
Jenis ikan berlemak yang perlu diprioritaskan:
- Salmon: Kaya akan omega-3 dan protein berkualitas tinggi.
- Makarel, sarden, dan herring: Ikan-ikan ini memiliki nilai gizi yang sebanding dengan salmon dan umumnya mengakumulasi lebih sedikit polutan daripada ikan yang lebih besar.
- Ikan herring dan ikan trout air tawar: Menyediakan jumlah omega-3 yang serupa dan mudah disiapkan.
Selain ikan berlemak, ikan putih tanpa lemak seperti ikan kod, ikan pipih, atau ikan kakap juga merupakan sumber protein tanpa lemak dan rendah kalori yang baik, cocok untuk diversifikasi diet dan mendukung pengelolaan berat badan pada penderita penyakit hati berlemak.
Cara sehat untuk mengolah ikan bagi penderita penyakit hati berlemak.
Memanggang dalam oven : Ini adalah metode yang ideal karena hanya membutuhkan sedikit minyak dan lemak, namun tetap mempertahankan kelembapan dan nutrisi ikan.
Membuat:
- Panaskan oven hingga suhu 180-200°C.
- Letakkan ikan di atas kertas roti atau loyang yang telah diolesi sedikit minyak.
- Panggang hingga ikan empuk dan matang sempurna. Anda bisa menambahkan irisan lemon, bawang putih, dan dill untuk meningkatkan cita rasa tanpa menambahkan terlalu banyak garam atau kalori.
Memanggang atau menggoreng dengan sedikit minyak : Ini membantu menciptakan rasa yang menarik berkat sedikit gosong, sekaligus mencegah lemak berlebih menetes keluar.
Membuat:
- Gunakan sekitar 1 sendok teh minyak zaitun untuk setiap porsi ikan.
- Panggang selama 3-5 menit di setiap sisi hingga ikan matang sempurna. Cocok untuk salmon, tuna, dan ikan putih berdaging padat lainnya.
- Berhati-hatilah agar tidak membakar makanan karena hal ini dapat menghasilkan senyawa yang berbahaya bagi kesehatan Anda.

Mengukus ikan membantu mempertahankan nutrisi secara maksimal dan menghilangkan kebutuhan akan tambahan minyak atau lemak.
FOTO: NQ DIBUAT OLEH AI
Mengukus : Membantu mempertahankan nutrisi secara maksimal dan menghilangkan kebutuhan akan tambahan minyak atau lemak.
Instruksi: Kukus ikan selama kurang lebih 8-12 menit hingga matang; metode ini cocok untuk ikan berdaging lunak seperti ikan flounder.
Memanggang dalam kertas roti : Ikan dibungkus dengan kertas roti bersama sayuran dan rempah-rempah, kemudian dipanggang. Metode ini menggabungkan keunggulan mengukus dan memanggang, menghasilkan hidangan lezat tanpa perlu banyak minyak.
Perebusan perlahan : Merebus ikan dalam kaldu ringan dengan bumbu rempah membantu mempertahankan kelembapan tanpa menambah lemak.
Catatan tentang cara mengonsumsi dan menyiapkan ikan.
- Selalu masak ikan hingga matang sempurna.
- Wanita hamil atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah sebaiknya menghindari ikan mentah atau setengah matang.
- Cita rasa sebaiknya diperkaya dengan lemon, bawang putih, rempah-rempah, dan herba, bukan dengan garam yang berlebihan.
Penderita penyakit hati berlemak sebaiknya membatasi konsumsi ikan goreng tepung dan ikan yang digoreng karena mengandung lemak jenuh dan karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi, yang dapat memperburuk resistensi insulin. Saus krim, saus mentega, saus keju, dan saus kemasan juga sering mengandung lemak, gula, dan garam dalam jumlah tinggi. Sebagai gantinya, prioritaskan penggunaan sedikit minyak zaitun, yogurt Yunani rendah lemak, lemon, dan rempah-rempah untuk menambah cita rasa masakan Anda, menurut WebMD (AS).
Sumber: https://thanhnien.vn/gan-nhiem-mo-nen-an-ca-gi-che-bien-ra-sao-185260527155612412.htm








Komentar (0)