Departemen Pajak baru saja mengirimkan surat resmi ke Departemen Perusahaan Swasta dan Pengembangan Ekonomi Kolektif ( Kementerian Keuangan ) mengenai penggunaan informasi alamat bisnis setelah perubahan batas administratif.
Sebelumnya, Departemen Perusahaan Swasta dan Pengembangan Ekonomi Kolektif mengirimkan dokumen yang meminta Departemen Pajak untuk memberikan komentar tentang panduan penggunaan informasi alamat bisnis setelah mengubah batas administratif.
Menanggapi permohonan tersebut di atas, Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bahwa berdasarkan ketentuan dan petunjuk dalam Berita Acara No. 4370/BTC-DNTN tanggal 5 April 2025 dari Kementerian Keuangan, badan usaha, rumah tangga usaha, koperasi, serikat koperasi, dan kelompok koperasi tetap menggunakan Surat Keterangan yang telah diterbitkan; Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak diperkenankan meminta badan usaha, rumah tangga usaha, koperasi, serikat koperasi, dan kelompok koperasi untuk mengubah alamat karena adanya perubahan batas wilayah administrasi.
Badan usaha, rumah tangga usaha, koperasi, serikat koperasi, dan kelompok koperasi wajib melakukan pemutakhiran informasi mengenai alamatnya apabila terjadi perubahan batas wilayah administrasi pada Sertifikat apabila diperlukan atau pada saat yang sama melakukan pendaftaran/pemberitahuan perubahan.

Berdasarkan ketentuan dan petunjuk di atas, maka Direktorat Jenderal Pajak berpendapat sebagai berikut mengenai pencatatan alamat pada faktur: Alamat wajib pajak yang tercantum dalam Surat Keterangan Terdaftar Perusahaan yang sah dan alamat yang dimutakhirkan oleh instansi perpajakan menurut wilayah administrasi 2 tingkat, keduanya sah secara hukum untuk digunakan pada faktur.
Oleh karena itu, apabila badan usaha (pembeli atau penjual) wajib melakukan pendaftaran usaha dan tetap menggunakan Surat Tanda Registrasi Usaha dengan alamat lama (alamat sebelum perubahan batas wilayah administrasi) sesuai dengan petunjuk dalam Berita Acara Nomor 4370/BTC-DNTN:
Pertama, apabila informasi alamat usaha telah dimutakhirkan oleh otoritas pajak sesuai dengan wilayah administrasi 2 tingkat yang bersangkutan dan informasi tersebut telah disinkronkan dengan sistem faktur elektronik, maka informasi alamat yang tertera pada faktur adalah informasi alamat yang telah dimutakhirkan oleh otoritas pajak.
Wajib pajak menggunakan surat pemberitahuan dari otoritas pajak untuk memberikan informasi kepada instansi terkait atau pelanggan apabila alamat yang tercantum pada faktur merupakan alamat yang telah diperbarui sesuai dengan daftar wilayah administrasi yang baru, tetapi informasi yang tercantum pada Surat Keterangan Pendaftaran Usaha masih merupakan alamat sesuai dengan daftar wilayah administrasi yang lama.
Kedua, apabila informasi alamat usaha telah dimutakhirkan oleh otoritas pajak sesuai dengan wilayah administrasi 2 tingkat yang bersangkutan, namun belum disinkronisasikan dengan sistem faktur elektronik, maka informasi alamat yang tercantum dalam faktur adalah informasi alamat yang tercantum dalam Surat Tanda Daftar Usaha.
Dalam hal pembeli tidak tunduk pada pendaftaran yang terkait dengan pendaftaran usaha, alamat yang tercantum dalam faktur adalah alamat yang telah dimutakhirkan oleh otoritas pajak sesuai dengan sistem aplikasi area administratif 2 tingkat pada industri perpajakan dan diberitahukan kepada wajib pajak.
Direktorat Jenderal Pajak menyampaikan bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan pengelolaan perpajakan menurut wilayah administrasi provinsi dan kabupaten/kota, telah diterbitkan Surat Edaran Nomor 1689/CT-NVT tanggal 10 Juni 2025 tentang Peninjauan dan Standarisasi Direktori Wajib Pajak menurut Wilayah Administrasi 2 (dua) Tingkat.
Otoritas pajak akan secara proaktif memperbarui informasi pendaftaran pajak tentang alamat wajib pajak pada sistem aplikasi industri pajak berdasarkan keputusan untuk mengatur unit administratif baru oleh otoritas yang berwenang, dan pada saat yang sama memberitahukan wajib pajak tanpa mengharuskan wajib pajak untuk melakukan prosedur perubahan dengan otoritas pajak.
Informasi alamat wajib pajak menurut wilayah administratif 2 tingkat akan disinkronkan untuk semua aplikasi industri pajak, atau diperbarui secara otomatis oleh penyedia solusi faktur elektronik pada sistem faktur elektronik yang diberikan kepada wajib pajak.
Sumber: https://baolaocai.vn/ghi-dia-chi-tren-hoa-don-the-nao-khi-thay-doi-dia-gioi-hanh-chinh-post648619.html
Komentar (0)