Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Direktorat Jenderal Pajak Minta Wajib Pajak Beri Komentar Terkait Rancangan Undang-Undang Administrasi Perpajakan (Revisi)

Pada malam hari tanggal 25 Agustus, Departemen Pajak mengumumkan bahwa mereka baru saja mengirim surat terbuka kepada dunia usaha; rumah tangga bisnis, orang pribadi dan wajib pajak yang beroperasi di seluruh negeri untuk memberikan komentar mereka terhadap Rancangan Undang-Undang Administrasi Perpajakan (perubahan).

Hà Nội MớiHà Nội Mới26/08/2025

Sehubungan dengan hal tersebut, Undang-Undang Administrasi Perpajakan No. 38/2019/QH14 mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2020. Setelah lebih dari 5 tahun diberlakukan, Undang-Undang ini telah memberikan kontribusi penting bagi modernisasi administrasi perpajakan, reformasi prosedur administrasi, penguatan disiplin dalam pemungutan anggaran negara, dan sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya. Namun, dalam konteks perkembangan sosial -ekonomi yang pesat, e-commerce, ekonomi digital, dan munculnya model bisnis baru, transformasi digital sedang berlangsung pesat. Berbagai kebijakan dan orientasi terobosan dari Partai dan Negara telah dikeluarkan untuk mengatasi hambatan, membebaskan sumber daya, dan mendorong pembangunan ekonomi. Kenyataan ini menuntut amandemen menyeluruh terhadap Undang-Undang Administrasi Perpajakan agar sesuai dengan kebutuhan baru negara.

Sebelumnya, pada 1 Agustus, Komite Tetap Majelis Nasional mengeluarkan Resolusi No. 92/2025/UBTVQH15 yang menyesuaikan Program Legislatif 2025. Dengan demikian, Undang-Undang tentang Administrasi Perpajakan (yang telah diamandemen) telah ditambahkan ke dalam Program Legislatif 2025. Kementerian Keuangan (Departemen Pajak) sedang segera menyelesaikan rancangan Undang-Undang tersebut dengan tujuan mereformasi administrasi perpajakan secara komprehensif, memenuhi persyaratan praktis, dan melembagakan pedoman dan kebijakan dalam Resolusi Pusat: Resolusi No. 57-NQ/TW tentang terobosan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi dan transformasi digital nasional, Resolusi No. 59-NQ/TW tentang integrasi internasional dalam situasi baru, Resolusi No. 66-NQ/TW tentang inovasi dalam pembuatan dan penegakan hukum untuk memenuhi persyaratan pembangunan nasional di era baru dan Resolusi No. 68-NQ/TW tentang pengembangan ekonomi swasta.

Sehubungan dengan itu, Rancangan Undang-Undang (RUU) yang baru ini menitikberatkan pada muatan pokok, yaitu mendorong modernisasi dan transformasi digital menyeluruh dalam pengelolaan pemungutan pajak, penerapan teknologi informasi modern, dengan konektivitas dan integrasi untuk mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pajak dengan tiga pilar utama, yaitu: memudahkan wajib pajak; meningkatkan efektivitas dan mutu pengelolaan pajak; dan mendorong digitalisasi proses pengelolaan pajak.

Selain itu, dorong kepatuhan sukarela berdasarkan tingkat kepatuhan dan tingkat risiko pembayar pajak.

Sekaligus mendorong pengurangan prosedur administratif, mengurangi biaya pelaksanaan prosedur administratif; meningkatkan koordinasi antara lembaga negara dan organisasi serta individu yang terkait dengan otoritas pajak dalam berbagi data, menghubungkan untuk melaksanakan undang-undang perpajakan dan manajemen perpajakan.

Selain itu, dorong desentralisasi dan pendelegasian wewenang; laksanakan prosedur administratif secara daring di seluruh proses untuk menciptakan "satu jendela" yang terpusat dan independen, terlepas dari batas-batas administratif.

Khususnya, mengatasi kekurangan Undang-Undang Administrasi Perpajakan, memastikan konsistensi dan sinkronisasi dengan undang-undang terkait; menyempurnakan kerangka hukum untuk mengelola model ekonomi baru, bisnis berbasis teknologi dan platform digital, manajemen pajak untuk rumah tangga bisnis dan bisnis perorangan setelah menghilangkan bentuk penugasan pajak, dan mendorong rumah tangga bisnis untuk beralih beroperasi di bawah model perusahaan.

Kementerian Keuangan telah menerbitkan Surat Resmi No. 12624/BTC-CT untuk meminta masukan publik atas isi Rancangan Undang-Undang tersebut. Dengan semangat keterbukaan dan tanggung jawab, Kementerian Keuangan meminta agar badan usaha, rumah tangga usaha, dan wajib pajak di seluruh Indonesia berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan terhadap Rancangan Undang-Undang Administrasi Perpajakan (perubahan).

Menurut Departemen Pajak, komentar dari komunitas bisnis dan pembayar pajak merupakan faktor penting yang berkontribusi untuk membangun sistem manajemen pajak yang modern, efektif, efisien dan adil - untuk kepentingan bersama bangsa, komunitas bisnis, dan setiap warga negara.

Sumber: https://hanoimoi.vn/cuc-thue-keu-goi-nguoi-nop-thue-gop-y-vao-du-thao-luat-quan-ly-thue-sua-doi-713989.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk