Secara spesifik, harga minyak mentah Brent naik $2,39, atau 2,99%, menjadi $82,29 per barel. Harga minyak mentah WTI AS meningkat $2,27, atau 3,02%, menjadi $77,36 per barel.
Menurut Reuters, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gangguan pengiriman di sepanjang koridor Laut Merah tetap menjadi pendorong utama kenaikan harga minyak.
Koalisi yang terdiri dari 24 negara yang dipimpin oleh AS dan Inggris telah melancarkan aksi militer baru terhadap pasukan Houthi di Yaman, menyusul serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah dan mengganggu perdagangan global.
Lonjakan harga minyak dipicu oleh data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun sebesar 9,2 juta barel minggu lalu, lebih dari empat kali lipat penurunan 2,2 juta barel yang diperkirakan oleh para analis.
Selain itu, Bapak Yawger menyatakan bahwa pada kuartal keempat tahun 2023, PDB AS tumbuh sebesar 3,3%, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebesar 2%. Ini merupakan indikator positif bagi perekonomian AS dan mendukung harga minyak.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari ekspektasi pemulihan ekonomi Tiongkok setelah bank sentral negara itu mengumumkan akan memangkas jumlah uang tunai yang dipegang bank sebagai cadangan mulai 5 Februari.
John Kilduff, seorang mitra di Again Capital LLC, mengatakan bahwa pasar telah mengantisipasi stimulus ekonomi dari China selama beberapa bulan terakhir, dan bahwa pemotongan cadangan bank dapat meningkatkan permintaan minyak. Namun, prospek mempertahankan suku bunga tinggi tetap ada di banyak bagian dunia.
Pada tanggal 25 Januari, Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuan tertinggi sepanjang masa sebesar 4%.
Di dalam negeri, kemarin sore, harga bahan bakar eceran disesuaikan dalam penyesuaian harga antar kementerian oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Secara spesifik, bensin RON 95-III naik sebesar 925 VND/liter, bensin E5 RON 92 naik sebesar 753 VND/liter, dan solar naik sebesar 182 VND/liter. Yang perlu diperhatikan, bahan bakar mazut diturunkan sebesar 14 VND/kg.
Pada periode penyesuaian harga ini, komite antar-kementerian mengalokasikan 300 VND/kg ke Dana Stabilisasi Harga untuk bahan bakar minyak; tidak mengalokasikan dana untuk bensin, solar, dan minyak tanah; dan tidak menggunakan Dana Stabilisasi Harga untuk produk minyak bumi apa pun.
Harga bahan bakar ritel domestik pada tanggal 26 Januari adalah sebagai berikut: bensin E5 RON 92 tidak melebihi 22.171 VND/liter; bensin RON 95-III tidak melebihi 23.407 VND/liter; bahan bakar diesel tidak melebihi 20.376 VND/liter; minyak tanah tidak melebihi 20.544 VND/liter; dan bahan bakar minyak tidak melebihi 15.494 VND/kg.
Sumber








Komentar (0)