Pasar harga lada domestik mengalami sedikit penurunan dalam beberapa hari terakhir, dengan harga lada di wilayah-wilayah utama seperti Tenggara dan Dataran Tinggi Tengah diperdagangkan sekitar 147.000-148.000 VND/kg. Pada 4 Oktober 2024, harga lada Dak Lak dibeli pada harga 148.000 VND/kg, turun 1.000 VND/kg dibandingkan kemarin. Harga lada Chu Se (Gia Lai) dibeli pada harga 147.000 VND/kg, turun 500 VND/kg dibandingkan kemarin. Demikian pula, harga lada Dak Nong juga turun 500 VND/kg, menjadi 148.000 VND/kg.
Di wilayah Tenggara, harga lada juga berfluktuasi serupa. Ba Ria – Vung Tau tetap di harga 148.000 VND/kg, sementara Binh Phuoc turun 1.000 VND/kg dibandingkan kemarin, menjadi 148.000 VND/kg.
Prakiraan harga lada besok (5 Oktober 2024): Harga lada terus turun sedikit, tanda pasar melambat? |
Tren penurunan tipis ini mencerminkan situasi umum di pasar lada internasional, di mana harga lada dari Indonesia dan Brasil sedang mengalami tren penurunan karena melimpahnya pasokan dari panen baru. Tiongkok, pasar konsumen utama, juga membatasi impor, sehingga menekan harga lada di pasar global.
Secara spesifik, menurut Asosiasi Lada Internasional (IPC), pada akhir sesi perdagangan terakhir, harga lada hitam Lampung Indonesia berada di angka 6.826 dolar AS/ton, harga lada putih Muntok di angka 9.128 dolar AS/ton. Harga lada hitam Brasil ASTA 570 berada di angka 6.850 dolar AS/ton. Harga lada hitam ASTA Malaysia tetap di angka 8.900 dolar AS/ton; harga lada putih ASTA Malaysia mencapai 11.400 dolar AS/ton. Harga lada hitam Vietnam tetap stabil di angka 6.800 dolar AS/ton untuk jenis 500 g/l; jenis 550 g/l di angka 7.100 dolar AS/ton; harga lada putih tetap di angka 10.150 dolar AS/ton.
Namun, di tengah faktor-faktor yang kurang menguntungkan, pasar lada Vietnam masih mencatat beberapa titik terang. Menurut data awal dari Direktorat Jenderal Bea Cukai, pada September 2024, Vietnam mengekspor 20.000 ton lada, menghasilkan pendapatan sebesar 125 juta dolar AS, naik 10,4% secara volume tetapi nilainya meroket 84,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir September, ekspor lada mencapai 203.000 ton, menghasilkan pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS, turun 1,5% secara volume tetapi naik 46,9% secara nilai. Hal ini disebabkan oleh harga ekspor lada yang meningkat tajam sebesar 49,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadi 4.941 dolar AS/ton.
Khususnya, September lalu, harga ekspor rata-rata "emas hitam" mencapai 6.239 USD/ton, meningkat 67,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan ini juga merupakan bulan dengan harga ekspor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun harga ekspor lada tinggi, perlu dicatat bahwa penipuan komersial di industri lada saat ini sedang meningkat.
Secara umum, pasar lada domestik sedang stagnan, dipengaruhi oleh faktor internasional dan domestik. Harga lada diperkirakan akan terus turun sedikit dalam beberapa hari mendatang, berfluktuasi antara 145.000 - 148.000 VND/kg. Namun, dengan ekspor lada yang masih positif, pasar lada Vietnam masih berpeluang untuk pulih dan mempertahankan harga yang stabil di masa mendatang.
Petani perlu memantau situasi pasar dengan cermat, memahami informasi yang akurat, dan memiliki strategi bisnis yang tepat untuk menghindari risiko.
*Prakiraan harga lada hanya untuk referensi.
Komentar (0)