Cucu saya hampir berusia tiga minggu. Cuaca di Hanoi sangat dingin, jadi saya memakaikannya mantel hangat dan dua selimut tebal, tetapi tubuhnya sangat panas. Apakah ini cara yang tepat untuk menghangatkannya? (Quynh Lien, Hanoi)
Membalas:
Sistem kekebalan tubuh dan pernapasan bayi baru lahir masih lemah. Pada tahap awal kehidupan, bayi belum memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya. Jika terpapar cuaca yang sangat dingin, tubuh mereka yang sensitif rentan terhadap penyakit seperti pneumonia dan infeksi pernapasan.
Menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil sangatlah penting. Namun, banyak keluarga memiliki pola pikir untuk menjaga bayi mereka tetap hangat, memakaikan mereka banyak pakaian hangat, membungkus mereka dengan selimut tebal dan rapat, yang menyebabkan bayi berkeringat banyak, kedinginan lagi, dan memengaruhi kesehatan mereka.
Untuk menjaga bayi Anda tetap hangat di musim dingin, ingatlah prinsip-prinsip berikut.
4 hangat - satu lapang
Empat bagian tubuh anak yang perlu selalu dijaga kehangatannya adalah tangan, kaki, perut, dan punggung. Anak-anak sebaiknya mengenakan kaus kaki, sarung tangan, dan beberapa lapis pakaian lembut dan menyerap keringat, alih-alih satu lapis pakaian yang terlalu tebal.
Jaga punggung anak Anda tetap hangat agar tidak berkeringat, yang dapat menyebabkan keringat kembali ke tubuh dan menyebabkan pilek. Dalam kondisi cuaca yang sama, anak-anak sebaiknya mengenakan satu lapis pakaian lebih banyak daripada orang dewasa.
Kepala bayi tidak boleh ditutup dengan topi yang menutupi ubun-ubun secara terus-menerus. Jaga agar kepala bayi tetap berventilasi saat suhu ruangan hangat, saat demam, atau saat tidur. Bayi hanya perlu menutupi ubun-ubun saat suhu dingin, ruangan tidak memiliki AC atau pemanas dua arah, setelah mandi, atau saat bepergian.
Orang tua sebaiknya mengenakan topi untuk menutupi ubun-ubun dan memakaikan pakaian hangat kepada anak-anak mereka saat bepergian. Foto: Freepik
Pakaian lembut dan elastis
Orang tua sebaiknya memilih kaus kaki, sarung tangan, dan pakaian anak yang terbuat dari katun yang lembut dan elastis agar anak merasa nyaman. Pakaian harus menyerap keringat, hindari bahan yang kasar dan pengap karena dapat menyebabkan ruam dan iritasi kulit.
Saat merawat anak, orang tua perlu secara teratur memeriksa keringat di punggung, tangan, dan kaki anak untuk mengeringkan atau mengganti pakaian.
Jaga ruangan tetap bersih dan sejuk
Suhu ruangan harus dijaga agar tetap stabil agar bayi dan ibu merasa nyaman. Keluarga harus menjaga kebersihan ruangan dan menyalakan kipas angin untuk ventilasi ruangan. Jika ruangan menggunakan AC, pastikan kelembapannya cukup. Jika menggunakan pemanas ruangan, jangan digunakan terus-menerus. Hindari angin yang berhembus langsung ke area tidur bayi. Pada malam hari, jangan membungkus selimut terlalu ketat dan tebal, cukup kenakan dua lapis pakaian pada bayi saat tidur.
Catatan saat mandi
Selama musim dingin, bayi perlu dimandikan di ruangan tertutup dengan air hangat bersuhu 33-37 derajat Celsius di penghujung hari atau di sore hari. Bayi sebaiknya hanya dimandikan 2-3 kali seminggu, dibatasi 5-7 menit. Orang tua sebaiknya memandikannya dari kaki hingga badan untuk membantu bayi beradaptasi dengan suhu air. Setelah mandi, bungkus bayi dengan handuk dan keringkan dengan lembut.
Ibu harus menyusui anak mereka dengan cukup dan membersihkan hidung serta tenggorokan sesuai petunjuk dokter untuk membantu menjaga sistem pernapasan tetap bersih dan lancar. Popok harus segera diganti setelah bayi buang air kecil atau besar. Jika bayi mengalami gejala pilek disertai batuk, demam, kesulitan bernapas, atau gejala lainnya, orang tua harus membawa anak ke rumah sakit untuk diperiksa dan diobati.
Magister Sains Dr. Trinh Thanh Lan
Pusat Neonatal, Rumah Sakit Umum Tam Anh, Kota Ho Chi Minh
Pembaca mengirimkan pertanyaan tentang penyakit anak-anak di sini agar dokter menjawabnya |
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)