Memar wajah anak karena "bayi mendengkur"?
Pada tanggal 10 Mei, informasi dari Departemen Pendidikan dan Pelatihan Distrik Ninh Kieu mengatakan bahwa mereka telah menerima laporan dari Taman Kanak-kanak Viet Uc (Kelurahan An Hoa, Distrik Ninh Kieu, Kota Can Tho ) tentang kasus seorang guru sekolah yang melanggar peraturan pengasuhan anak dan dituduh oleh orang tua melakukan pelecehan anak.
Sebelumnya, Ibu Tr.NBU, yang tinggal di Kelurahan Binh Thuy, Distrik Binh Thuy, Kota Can Tho, telah mengajukan petisi disertai bukti kepada pihak berwenang dengan menuduh seorang guru di Taman Kanak-kanak Viet-Uc melakukan penganiayaan terhadap anak Ibu U., H.D.Kh yang berusia 5 tahun, yang duduk di kelas 3 di sekolah tersebut.
Gambar bayi Kh. dengan wajah memar dan pesan permintaan maaf dari guru kepada orang tua
Ibu U menuturkan, sekitar pukul 14.19 WIB, tanggal 26 April, dirinya mendapat pesan singkat dari Ibu CQNh (guru Kh) yang isinya: Waktu itu Ibu Nh sedang tidur, dan waktu itu sedang tidur, dia melambaikan tangannya ke muka Kh, sampai ada memar. "Ketika guru mengambil foto wajah bayi dan mengirimkannya kepada saya, saya terkejut melihat wajah bayi itu bengkak dan terdapat bekas telapak tangan. Saya langsung pergi ke sekolah untuk menjemput bayi tersebut, tetapi tidak bertemu dengan Ibu Nh. dan diundang oleh kepala sekolah untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Keluarga kami meminta untuk bertemu dengan Ibu Nh. dan meminta untuk melihat semua kamera hari itu. Namun, pihak sekolah mengatakan bahwa Ibu Nh. sedang menulis laporan; pada saat yang sama, mereka hanya memotong klip pendek berdurasi 1 menit 47 detik untuk dilihat keluarga dan menjelaskan bahwa karena kulit bayi tipis dan tangan Ibu Nh. bertulang, ia tidak dapat mengendalikan kekuatan yang ia berikan pada bayi saat tidur," kata Ibu U. Menanggapi pertanyaan orang tua tentang mengapa guru memukul anak tersebut saat ia sedang tidur dan tidak menangis, TK Viet Uc mengatakan bahwa Ibu Nh. berkata "karena anak itu mendengkur."
Rekaman kamera menunjukkan Ibu Nh. memukul bayi Kh. (baris atas, kanan) di wajah saat dia sedang tidur.
Marah atas perilaku guru tersebut, keluarga Ibu U melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Distrik An Hoa untuk diselesaikan. "Sekitar pukul 22.00 tanggal 26 April, di Kepolisian Distrik An Hoa, saya menonton rekaman yang diambil dari kamera kedua. Saya hampir pingsan ketika melihat Ibu Nh. terus menerus memukul anak saya sekitar 10 kali di kepala, pipi kiri, dan telinga kiri saat ia sedang tidur siang, menyebabkan ia memegangi kepala dan wajahnya menghadap ke bawah di atas kasur," ujar Ibu U dengan nada kesal.
Setelah itu, keluarga Kh. juga membawanya untuk diperiksa luka-lukanya. Hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Phuong Chau dan Rumah Sakit Anak Can Tho menunjukkan bahwa Kh. mengalami memar di pipi kirinya, dan pihak keluarga terus memantau perkembangannya. Saat ini, polisi sedang mempersiapkan berkas kasus untuk diproses.
Sekolah telah memecat guru tersebut.
Dalam laporan yang dikirimkan kepada Dinas Pendidikan dan Pelatihan Distrik Ninh Kieu, TK Viet Uc menyatakan bahwa Ibu CQNh melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan sekolah sebagai berikut: Saat tidur siang, bayi H.D.Kh mendengkur keras. Ibu Nh. mengguncang wajah bayi tersebut agar berhenti mendengkur, tetapi bayi tersebut tetap mendengkur keras. Ibu Nh. menepuk-nepuk wajah bayi tersebut agar berhenti mendengkur agar anak-anak lain di kelas dapat tidur. Ketika terbangun, Ibu Nh. mendapati pipi kiri bayi tersebut memar. Ibu Nh. mengirimkan foto dan menghubungi orang tua bayi untuk meminta maaf.
Keluarga anak tersebut kemudian bekerja di sekolah. Pihak sekolah berkoordinasi untuk membuka kamera kelas agar orang tua dapat meninjau dan meminta maaf kepada keluarga siswa. Pihak sekolah juga memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Ibu CQNh pada tanggal 26 April 2024 dan memindahkan seorang guru untuk menggantikan Ibu Nh.
"Pihak sekolah juga mengadakan rapat dengan seluruh guru untuk mengumumkan keputusan pemutusan kontrak dengan Ibu CQNh dan mengingatkan para guru agar lebih memperhatikan pengelolaan pengasuhan anak," tulis laporan TK Viet Uc.
Pada sore hari tanggal 10 Mei, berbicara kepada reporter Thanh Nien , Ibu U., ibu dari bayi Kh., mengatakan bahwa ketika kasus tersebut sedang ditangani oleh polisi, pada pagi hari tanggal 8 Mei, dua orang asing datang ke rumahnya dan meminta keluarga untuk mencabut laporan yang telah dikirim ke polisi. Namun, permintaan ini ditolak oleh Ibu U. Sekitar pukul 23.58 di hari yang sama, rumah Ibu U. tiba-tiba dilempari benda-benda kotor di pintu oleh dua orang asing, yang menyebabkan keluarga tersebut kebingungan dan ketakutan. Keluarga tersebut kini telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/phu-huynh-to-giao-vien-mam-non-danh-con-5-tuoi-tim-mat-vi-be-ngu-ngay-18524051018275726.htm
Komentar (0)