
Baru-baru ini, Da Nang terus menerus mendapatkan penghargaan dari berbagai organisasi dan platform perjalanan internasional. Terutama, merek penerbitan perjalanan ternama dunia, Lonely Planet (didirikan di Australia), mengumumkan daftar "Tempat terbaik untuk dikunjungi di Asia musim panas 2026," di mana Da Nang berada di peringkat kedua, setelah Busan (Korea Selatan), dan di atas banyak destinasi terkenal di kawasan ini seperti Singapura, Bali (Indonesia), Shimla (India), Almaty (Kazakhstan), Sendai (Jepang), Chengdu (China), dan Pegunungan Altai di Mongolia.
Menurut situs web perjalanan terkenal ini, Da Nang menonjol karena kemampuannya untuk menyelaraskan alam, budaya, dan kehidupan modern.

Da Nang memiliki "rumus" unik untuk menarik wisatawan: wisata resor yang dipadukan dengan acara-acara. Sebelumnya, pengunjung datang ke Da Nang terutama untuk liburan pantai atau liburan singkat, tetapi sekarang kota ini secara bertahap menjadi destinasi untuk festival, musik , olahraga, kuliner, dan kehidupan malam.
Serangkaian acara terus diselenggarakan, berkontribusi pada suasana yang semarak dan ramai bagi kota wisata ini. Secara khusus, Festival Kembang Api Internasional Da Nang (DIFF) 2026 (yang berlangsung dari 30 Mei hingga 11 Juli) terus menjadi daya tarik utama bagi pengunjung musim panas ini.
Seiring dengan pasar domestik, pasar pariwisata internasional juga mengalami transformasi yang signifikan. Tidak lagi terlalu bergantung pada beberapa pasar tradisional, Da Nang kini menyambut beragam pengunjung dari Korea Selatan, India, Thailand, Filipina, Eropa, dan banyak lagi. Dengan 27 rute penerbangan aktif, termasuk 20 rute internasional reguler yang menghubungkan ke pasar-pasar utama seperti Korea Selatan, Jepang, Asia Tenggara, dan Timur Tengah, kota ini memperoleh keunggulan kompetitif dan memperluas kemampuannya untuk menarik wisatawan internasional.

Pengakuan berkelanjutan terhadap destinasi ini membuka peluang terobosan bagi industri pariwisata kota, sekaligus menciptakan tuntutan untuk meningkatkan kualitas layanan, infrastruktur, dan menjaga citra destinasi yang beradab dan layak huni. Dalam konteks peningkatan jumlah pengunjung, kota ini bertujuan untuk mengembangkan pariwisata secara lebih mendalam, berkualitas tinggi, dan berkelanjutan.
Hal ini mengharuskan kota untuk terus menyempurnakan perencanaannya, memperluas ruang pengembangan pariwisata menuju pembentukan destinasi satelit, dan meningkatkan konektivitas antara kawasan perkotaan modern dan ekowisata, wisata budaya, serta desa kerajinan tradisional. Hal ini harus diiringi dengan investasi pada infrastruktur pariwisata yang terkoordinasi, ruang publik, dan produk hiburan malam. Pengalihan wisatawan dari kawasan pusat juga perlu direncanakan secara lebih sistematis; diversifikasi pengalaman wisata juga sangat penting.
Sumber: https://baodanang.vn/giu-suc-hut-cho-du-lich-da-nang-3337192.html






Komentar (0)