Krisan adalah bunga aneka warna, dengan banyak varietas selain kuning: dari krisan berukuran besar hingga anyelir, krisan aster, krisan raspberry, krisan koin, krisan peony, krisan abadi… bahkan krisan liar yang ditemukan di pinggir jalan seperti Bidens pilosa atau krisan putih berpetal kecil yang disebut aster, krisan Tana… menunjukkan bahwa krisan telah lama menjadi simbol musim semi.
Sekitar tiga bulan sebelum Tet (Tahun Baru Imlek), para pekebun mulai menanam krisan. Sekitar tanggal 23 bulan ke-12 kalender lunar, pot-pot krisan bermekaran dengan warna kuning cerah, memenuhi setiap jalan, menunggu pembeli untuk membawanya pulang sebagai hiasan Tet. Dapat dikatakan bahwa di pasar bunga Tet, krisan kuning hampir mendominasi bunga-bunga lain karena mudah dibeli dan dipajang. Bunga yang dibeli lebih awal, sebelum layu karena hujan dan terik matahari di kios bunga, dapat dirawat dan bertahan hingga akhir Januari, tidak seperti bunga aprikot dan persik yang harus dibuang setelah tanggal 7 Tet. Di Nha Trang, ada beberapa desa yang menanam krisan; di Ninh Hoa, puluhan ribu pot ditanam, terkadang dipesan lebih awal oleh pedagang dan diangkut ke provinsi dan kota lain, dan kadang-kadang bahkan ke provinsi-provinsi utara. Di wilayah Selatan, desa bunga Sa Dec sangat terkenal dengan beragam bunga yang ditanam untuk perayaan Tet, dan pot bunga krisan pun tidak terkecuali.
Di penghujung tahun, saya sering pergi ke toko bunga langganan saya di Jalan Da Tuong, Nha Trang, dan langsung memilih dua pot bunga krisan begitu penjual memajangnya, menyebutnya sebagai pembelian pertama saya tahun ini. Setiap tahun, kedua pot bunga krisan besar itu mekar dengan bunga kuning, membawa sukacita menyambut Tahun Baru Imlek. Hal yang sama terjadi di lingkungan saya; semua orang membeli bunga krisan jauh-jauh hari dan memajangnya di depan rumah mereka, membuat seluruh jalan berwarna kuning dengan bunga krisan selama musim semi.
Selama Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam), bunga sangat penting, dan pasar bunga yang ramai dari Sa Dec atau desa-desa bunga lainnya di provinsi-provinsi lain berbondong-bondong ke Kota Ho Chi Minh, mewarnai langit dengan warna kuning. Krisan digunakan untuk menghias hotel dan restoran untuk menyambut datangnya musim semi, dan tentu saja, bunga ini juga banyak ditemukan di tempat-tempat wisata. Namun bukan hanya krisan berukuran besar; banyak varietas lain yang menciptakan suasana Tet yang unik, seperti krisan pompom kecil, dengan gugusan bunganya yang menciptakan pot kuning yang cerah, dan krisan abadi, yang mekar dalam kelompok, menciptakan keindahan yang berbeda.

Jenis krisan lainnya, yaitu marigold, telah dibudidayakan dan dijual di banyak tempat selama bertahun-tahun dan sangat populer. Dibandingkan dengan krisan lainnya, marigold relatif mudah ditanam dan dapat ditanam di pot kecil atau keranjang bambu/plastik. Marigold juga hadir dalam berbagai warna dan varietas, tetapi yang paling populer adalah varietas kuning dengan kelopak bulat, yang melambangkan pemenuhan. Marigold dijual bersama bunga-bunga lain dan terkadang di pinggir jalan atau dari para penanam bunga. Orang-orang yang merayakan Tet (Tahun Baru Vietnam) selalu membeli bunga ini dalam jumlah besar untuk dipajang di jalan setapak dan di kuil, terkadang bahkan membuat hamparan bunga untuk menarik lebah dan kupu-kupu yang mencari keharumannya. Krisan elegan lainnya adalah krisan Tana. Krisan Tana sering tumbuh liar, menciptakan hamparan bunga putih bersih yang anggun dengan sentuhan benang sari kuning cerah.
Kemudian, krisan Tana dibudidayakan dan menjadi sangat populer, ditanam dalam pot kecil dan dijual selama Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam). Itulah sifat krisan; bunga kuning cerah ini memikat hati, tidak bersaing dengan bunga yang lebih indah, hanya tanaman pot yang dipajang di beranda dan di halaman. Namun krisan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari musim semi.
Teks dan foto: Khue Viet Truong
Sumber







Komentar (0)