Selama acara penyambutan, Kamerad Huong terkejut sekaligus senang bertemu dengan Kapten Nguyen Duc Thanh, Wakil Perwira Politik Kompi 4, Brigade 147 (Wilayah Angkatan Laut 1), yang sedang melakukan pelatihan bersama di pulau tersebut. Kamerad Thanh adalah mantan siswa Kursus 57 di Sekolah Perwira Artileri. Saat di sekolah, Thanh meraih gelar siswa berprestasi serba bisa. Kamerad Huong-lah yang menemukan, membimbing, dan membawa Thanh masuk ke tim Olimpiade sekolah untuk kompetisi seluruh angkatan darat tahun 2018 dalam Ilmu Marxis-Leninis, Pemikiran Ho Chi Minh, dan kesadaran sosial-politik.

Letnan Kolonel Hoang Thanh Huong dan Kapten Nguyen Duc Thanh pada hari reuni bahagia mereka.

Di sebuah pulau terpencil, pertemuan kembali antara guru dan murid sangat mengharukan. Di ruang tamu kecil, Guru Huong dengan tenang mengamati mantan muridnya, yang kini menjadi seorang perwira yang kuat dan dewasa, dan bertanya, "Apakah kamu masih ingat sesi pelatihan larut malam itu, debat-debat seru di kelas?" Thanh menjawab, "Ya, guru, saya masih ingat pengalaman menangani situasi yang Anda ajarkan kepada saya."

Pada sore hari, delegasi tersebut menyelenggarakan acara pertukaran budaya. Letnan Kolonel Hoang Thanh Huong bertindak sebagai tuan rumah. Panggung berada di depan gedung, dengan beberapa baris kursi yang tersusun rapi untuk para prajurit duduk. Di atas, langit berwarna biru cerah, dan suara deburan ombak terdengar berirama di kejauhan.

“Hari ini, kita tidak hanya mengadakan pertukaran budaya. Kita bernyanyi untuk mempererat persahabatan, untuk masa muda para prajurit. Kita bernyanyi untuk menjembatani kesenjangan antara daratan dan kepulauan. Dan kita bernyanyi ketika kita bertemu kembali dengan para siswa kita, yang kini menjadi perwira yang teguh di garis depan,” Letnan Kolonel Hoang Thanh Huong memulai.

Tepuk tangan riuh terdengar. Thanh duduk di barisan depan, matanya berbinar gembira. Di tengah panggung, lagu-lagu tentang tanah air, tentara, laut, dan langit bergema dalam suara sederhana dan bersemangat dari para tentara dan pejabat dalam delegasi. Pertukaran itu diakhiri dengan jabat tangan yang erat dan tatapan penuh emosi yang lama.

Guru Huong berjalan menghampiri Thanh dan mengambil surat tulisan tangan dari saku dadanya yang berisi pesan: "Hanya beberapa baris untukmu. Di tengah badai laut, ingatlah untuk menjaga kesehatanmu." Thanh menerima surat itu dan memberikan hadiah kecil kepada gurunya: sebuah kotak berisi kerang dan potongan karang yang diambil dari laut, beserta harapan untuk perjalanan yang aman dan lancar.

Saat kapal mengangkat jangkar dan meninggalkan pulau, berdiri di geladak, Guru Huong diam-diam menyaksikan muridnya melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan. Di tangannya, ia menggenggam kotak hadiah yang berisi kasih sayang muridnya. Pertemuan kembali di pulau terpencil ini, meskipun singkat, dipenuhi dengan emosi. Waktu mungkin berlalu, tetapi ikatan antara guru dan murid tidak akan pernah pudar.

Teks dan foto: HAI DANG

* Silakan kunjungi bagian Pertahanan dan Keamanan untuk melihat berita dan artikel terkait.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/quoc-phong-an-ninh/xay-dung-quan-doi/hoi-ngo-tren-dao-tien-tieu-836517