Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Lebih dari 160.000 virus baru telah ditemukan oleh AI.

Báo Đầu tưBáo Đầu tư12/10/2024


Kecerdasan buatan (AI) membuka pintu baru bagi sains , karena tim peneliti dari Tiongkok dan Australia telah menemukan lebih dari 160.000 virus RNA yang sebelumnya tidak dikenal.

AI telah membantu mendeteksi lebih dari 160.000 jenis virus baru. Foto: Universitas Sydney

Penelitian ini, yang diterbitkan dalam jurnal Cell, merupakan kolaborasi antara Universitas Sydney (Australia), Apsara Lab dari Alibaba Cloud Intelligence, dan Universitas Sun Yat-sen di Taiwan.

Tim peneliti menggunakan alat pembelajaran mesin baru, yang disebut LucaProt, untuk mendeteksi 161.979 jenis virus RNA, jumlah terbesar yang pernah tercatat dalam satu studi. Peneliti Edward Holmes, penulis utama studi ini dan seorang spesialis di Sekolah Ilmu Kesehatan Universitas Sydney, mengatakan ini adalah langkah maju yang signifikan dalam memperluas pemahaman kita tentang keragaman virus di lingkungan saat ini.

Holmes berkomentar, "Penemuan begitu banyak virus baru dalam satu penelitian sungguh luar biasa. Ini baru permulaan; masih ada jutaan virus lain yang belum ditemukan ."

Untuk mencapai temuan ini, LucaProt dikembangkan untuk menghitung dan menganalisis informasi genetik kompleks dari genom virus. Alat ini mampu memproses sejumlah besar data pengurutan gen, membantu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan virus baru yang sebelumnya tidak dikenal.

Li Zhaorong, salah satu penulis studi dari Apsara Lab Alibaba Cloud Intelligence, menekankan bahwa penelitian ini telah menunjukkan bahwa AI dapat secara efisien melakukan tugas-tugas penemuan biologis, sekaligus membuka potensi untuk mendeteksi jutaan virus baru.

Studi ini tidak hanya mendokumentasikan jumlah virus baru tetapi juga menyoroti keberadaan mereka di berbagai lingkungan, mulai dari atmosfer dan mata air panas hingga lubang hidrotermal di dasar laut. Virus-virus ini tidak hanya bertahan hidup di lingkungan yang keras tetapi juga dapat memainkan peran penting dalam menjaga ekosistem global.

Profesor Shi Mang dari Universitas Sun Yat-sen, salah satu penulis pendamping studi tersebut, mengatakan: "Kami telah menemukan sepotong kehidupan yang tersembunyi di planet ini. Ini adalah langkah pertama menuju pemahaman yang lebih dalam tentang virus di alam."

Tim peneliti berencana untuk lebih menyempurnakan alat LucaProt guna mengidentifikasi keanekaragaman virus yang lebih besar lagi. Holmes berharap metode serupa juga dapat diterapkan untuk menemukan bakteri dan parasit.

Penelitian ini merupakan bukti kekuatan AI dalam memajukan sains, menawarkan perspektif baru tentang keanekaragaman kehidupan di Bumi.



Sumber: https://baodautu.vn/hon-160000-loai-virus-moi-duoc-phat-hien-boi-ai-d227199.html

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kabut pagi di Thong Hue

Kabut pagi di Thong Hue

Kegembiraan Prajurit Pulau

Kegembiraan Prajurit Pulau

Mata

Mata