SGGPO
Pada tanggal 6 Oktober, Rumah Sakit Pusat Penyakit Tropis mengumumkan bahwa mereka telah menerima seorang pasien laki-laki (lahir tahun 1988, dari provinsi Thai Nguyen ) yang gelisah, resah, dan takut air.
Sebelumnya, pasien laki-laki (seorang pekerja konstruksi) dipindahkan dari Rumah Sakit C di Thai Nguyen dengan diagnosis dugaan rabies.
Berdasarkan riwayat medis pasien, sekitar satu bulan sebelum dirawat, pasien digigit kucing di tangan, dan kucing tersebut mati seminggu kemudian. Pasien tidak menerima vaksinasi rabies.
Para dokter sedang merawat seorang pasien pria yang menderita rabies setelah digigit kucing. |
Pasien dipindahkan ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Nasional untuk Penyakit Tropis dalam keadaan gelisah, resah, delirium, takut air dan angin, peningkatan sekresi, sering meludah, dan tidak mampu makan atau minum.
Dokter sedang memantau pasien karena kemungkinan rabies agresif. Saat ini, pasien masih dalam keadaan koma dan membutuhkan ventilasi mekanis.
Menurut dokter, rabies adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus. Virus rabies dapat ditularkan melalui luka terbuka, atau melalui goresan, gigitan, dan jilatan dari anjing dan kucing. Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk rabies, dan begitu gejala muncul, angka kematiannya adalah 100%. Oleh karena itu, siapa pun yang digigit anjing atau kucing, atau yang memiliki kontak dengan anjing atau kucing melalui luka terbuka pada kulit, harus segera mendapatkan vaksin rabies.
Sumber







Komentar (0)