Harapan untuk menciptakan "terobosan"
Pada dini hari tanggal 10 September, Apple secara resmi meluncurkan lini produk barunya, terutama iPhone 17 dan khususnya iPhone Air. iPhone Air memberikan kesan yang kuat pada dunia teknologi dengan desainnya yang paling ramping di antara ponsel yang baru dirilis.
John Ternus, wakil presiden senior bidang rekayasa perangkat keras Apple, menggambarkan produk baru tersebut sebagai: "iPhone Air sangat tipis dan ringan sehingga seolah menghilang di tangan Anda."

Gambar-gambar dari peluncuran iPhone Air (Foto: Apple).
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar ponsel pintar telah mengalami kejenuhan karena produk-produk baru dari Apple dan para pesaingnya hanya menawarkan peningkatan kecil pada baterai, layar, atau kamera, sehingga kurang menarik bagi pengguna.
Namun, iPhone Air, dengan desainnya yang unik, diharapkan dapat mengubah lanskap ini, membujuk konsumen untuk "membuka dompet mereka" daripada menunggu peningkatan teknologi yang tidak jauh berbeda.
Banyak analis percaya bahwa iPhone Air dapat menciptakan "siklus" baru bagi Apple, serupa dengan kesuksesan iPhone 6 sebelumnya.
Francisco Jeronimo, seorang analis di International Data Corporation (IDC), menyatakan: “Jajaran iPhone 17 yang baru mewakili perombakan desain terbesar sejak Apple meluncurkan iPhone X. Ini adalah salah satu alasan terkuat bagi pengguna untuk meningkatkan ponsel mereka.”

iPhone Air diharapkan akan menciptakan terobosan baru dalam desain iPhone dalam waktu dekat (Foto: Getty).
Pasar smartphone global menghadapi tantangan.
Penjualan smartphone global sedang mengalami masa sulit. Menurut IDC, kuartal keempat tahun 2022 mencatat penurunan paling tajam yang pernah ada. Counterpoint Research juga melaporkan penurunan pasar selama delapan kuartal berturut-turut pada tahun 2023.
Situasi menunjukkan sedikit tanda perbaikan karena IDC mencatat pertumbuhan 1,4% pada kuartal kedua tahun 2025, meskipun masih terpengaruh oleh fluktuasi tarif dan inflasi global.
Pengguna juga cenderung menggunakan ponsel mereka lebih lama. Penelitian oleh Consumer Intelligence Research Partners menunjukkan bahwa 68% pengguna Amerika mengganti ponsel mereka karena membutuhkan penggantian akibat kerusakan (baterai lemah, layar rusak) daripada karena fitur baru.
Angelo Zino, seorang analis teknologi di CFRA Research, memperkirakan bahwa penjualan iPhone 16 (yang diluncurkan pada September 2024) akan lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya, sehingga memberikan tekanan signifikan pada iPhone 17 dan iPhone Air.

Menurut IDC, iPhone tetap menjadi salah satu ponsel pintar terpopuler di dunia , dengan pangsa pasar ponsel pintar global sebesar 15,7% (Foto: AP).
Para pesaing Apple juga berupaya melakukan inovasi. Samsung telah melihat peningkatan pemesanan awal untuk Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 lebih dari 25% dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara itu, Apple belum meluncurkan ponsel lipat, tetapi sedang mempersiapkan masa depan dengan mengembangkan perangkat lunak dan perangkat wearable seperti Apple Watch dan AirPods.
iPhone Air: Angin segar bagi desain dan teknologi.
Sejak iPhone X (2017), yang menghilangkan tombol home fisik dan mengintegrasikan Face ID, antarmuka iPhone belum mengalami banyak perubahan yang signifikan. iPhone Air, dengan desainnya yang sangat tipis dan kamera belakang tunggal, diharapkan dapat menarik pengguna yang mencari tampilan baru yang segar, bukan sekadar peningkatan teknologi.

iPhone Air dipamerkan di acara Apple di Teater Steve Jobs pada tanggal 9 September (Foto: Reuters).
Dan Ives, seorang analis di Wedbush Securities, berkomentar: "Memiliki desain baru dapat menjadi faktor yang mendorong pengguna untuk memperbarui iPhone mereka dalam 12 hingga 18 bulan ke depan." Ia memperkirakan bahwa sekitar 315 juta dari 1,5 miliar pengguna iPhone di seluruh dunia belum memperbarui ponsel mereka dalam empat tahun terakhir.
Dengan ketebalan hanya 5,6 mm, iPhone Air tidak hanya mengesankan secara estetika tetapi juga menunjukkan upaya Apple dalam mengejar desain yang lebih inovatif, terutama dalam konteks persaingan ponsel lipat yang semakin ketat. Optimalisasi ketebalan akan menjadi keuntungan utama jika Apple memasuki pasar ini, mengatasi masalah ukuran yang besar pada model ponsel lipat saat ini.

iPhone Air memiliki profil yang sangat tipis: hanya 5,6 mm (Gambar: Apple).
iPhone Air juga dilengkapi chip nirkabel N1 dari Apple, yang mendukung WiFi 7 dan Bluetooth 6. Peningkatan ini bisa menjadi langkah penting menuju iPhone tanpa port di masa depan, yang sepenuhnya bergantung pada teknologi nirkabel.
Inovasi-inovasi ini terjadi di tengah perkembangan perangkat teknologi yang terintegrasi dengan AI, seperti kacamata pintar, yang berpotensi menggantikan beberapa fungsi ponsel pintar. Meta, Google, dan Samsung berinvestasi dalam kacamata pintar yang mampu menganalisis lingkungan dan menjawab pertanyaan, sementara OpenAI berkolaborasi dengan mantan direktur desain Apple, Jony Ive, untuk mengembangkan perangkat AI misterius.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, memperkenalkan kacamata pintar Meta Ray-Ban Display terbaru pada acara yang diadakan pada 17 September di California (Foto: AP).
Namun, ponsel pintar tidak akan hilang sepenuhnya; perannya mungkin akan berubah, sama seperti komputer desktop dan laptop yang tetap banyak digunakan.
Eddy Cue, wakil presiden senior layanan Apple, pernah mengakui, "Dalam 10 tahun ke depan, Anda mungkin tidak lagi membutuhkan iPhone." iPhone Air bisa jadi langkah pertama Apple dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar di masa depan dalam industri teknologi.
Sumber: https://dantri.com.vn/cong-nghe/iphone-air-lieu-co-thay-doi-chien-luoc-cua-apple-trong-thoi-gian-toi-20250918134040372.htm








Komentar (0)