Menurut studi pasar yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Consumer Intelligence Research Partners (CIRP), pengguna iPhone semakin lama menunda penggantian ponsel mereka. Secara spesifik, 39% pengguna menggunakan iPhone mereka selama tiga tahun atau lebih, sementara 33% menggunakannya selama dua tahun atau kurang. Sementara itu, hanya 28% pengguna yang mengganti perangkat mereka dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun.

Banyak pengguna mempercayakan iPhone pada perangkat mereka karena khawatir tentang daya tahannya.
FOTO: AFP
Salah satu alasan utama pengguna memutuskan untuk mengganti iPhone mereka berkaitan dengan kondisi baterai dan layar. Menurut penelitian, 79% pengguna yang mengganti iPhone mereka dalam setahun melaporkan bahwa baterai masih bertahan sepanjang hari. Namun, angka ini turun menjadi 50% bagi mereka yang menyimpan iPhone mereka selama tiga tahun atau lebih, karena degradasi alami komponen. Banyak orang memilih untuk membeli ponsel baru daripada memperbaikinya ketika mengalami kerusakan akibat pemakaian.
Masalah layar seperti jatuh, goresan, atau retak setelah bertahun-tahun digunakan juga mengurangi pengalaman pengguna. 72% pelanggan melakukan upgrade sebelum tahun pertama karena masalah layar, tetapi angka ini turun menjadi 45% pada kelompok yang menggunakan ponsel selama satu hingga dua tahun, kemudian meningkat menjadi 59% pada mereka yang menyimpan ponsel mereka selama lebih dari tiga tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna cenderung mengganti ponsel mereka segera setelah mengalami kerusakan layar.
Selain itu, masalah penyimpanan internal merupakan alasan utama mengapa pengguna meningkatkan iPhone mereka. Ruang penyimpanan sering kali penuh karena foto, video , dan aplikasi yang terus bertambah. Ketika penyimpanan mencapai batasnya dan sistem mulai melambat, pengguna sering memilih untuk meningkatkan ke perangkat dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, menganggap ini sebagai investasi yang lebih masuk akal daripada mengelola memori atau menggunakan penyimpanan cloud.
Apa yang dilakukan Apple untuk mempertahankan profitabilitas ketika pengguna lambat memperbarui iPhone mereka?
Laporan CIRP juga mengungkapkan kematangan dalam perilaku konsumen. Pengguna teknologi saat ini lebih berhati-hati, berfokus pada anggaran dan kinerja praktis investasi mereka (masa pakai baterai, kapasitas penyimpanan, dan daya tahan) daripada status sosial atau desain luar. Meskipun perilaku ini berdampak positif pada lingkungan, siklus inovasi yang panjang juga berarti Apple menjual lebih sedikit produk per pelanggan setiap tahunnya, yang menyebabkan perusahaan menaikkan harga model kelas atas untuk mempertahankan profitabilitas.
Menghadapi tantangan ini, Apple telah menggeser model bisnisnya ke arah layanan berlangganan, pengembangan perangkat lunak berpemilik, dan fitur kecerdasan buatan (AI), dengan AI menjadi area di mana perusahaan baru-baru ini memfokuskan upayanya untuk mempertahankan daya saing.
Secara keseluruhan, ponsel pintar telah mencapai tingkat perkembangan yang tinggi, sehingga perubahan estetika selama bertahun-tahun menjadi sangat minim. iPhone dari dua generasi sebelumnya masih sangat berguna dan kompetitif, atau setidaknya itulah yang dipikirkan kebanyakan orang.
Sumber: https://thanhnien.vn/nguyen-nhan-lon-nhat-khien-nguoi-dung-nang-cap-iphone-185260602111759148.htm







Komentar (0)