Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Apa tanggapan Iran terhadap rumor pengunduran diri presiden?

Seorang pejabat senior Iran pada hari Minggu membantah laporan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah mengundurkan diri.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế01/06/2026

Iran nói gì về tin đồn Tổng thống từ chức?
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Sumber: Anadolu)

Menurut Kantor Berita Anadolu , dalam sebuah unggahan di media sosial , Mehdi Tabatabaei, Wakil Kepala Komunikasi Kantor Kepresidenan, menegaskan : "Presiden Pezeshkian tidak akan meninggalkan tugasnya untuk melayani rakyat Iran," dan menekankan bahwa Teheran "tidak akan mundur dari jalan persatuan dan solidaritas."

Pernyataan itu dikeluarkan setelah, pada hari yang sama, sebuah media oposisi , Iran International , melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah mengajukan pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah perselisihan mengenai pemerintahan dan pembagian kekuasaan dalam kepemimpinan. Namun, pemerintah Iran dengan cepat membantah informasi ini.

Menurut Iran International, dalam surat pengunduran dirinya, Pezeshkian menyatakan keprihatinan bahwa tata pemerintahan negara secara bertahap menyimpang dari proses formal. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa presiden Iran tidak lagi sepenuhnya terlibat dalam pengambilan keputusan penting dan bahwa kekuasaan semakin terkonsentrasi pada militer dan aparat keamanan, khususnya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Laporan yang saling bertentangan muncul ketika Iran melakukan negosiasi tidak langsung dengan AS yang bertujuan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pertukaran antara kedua pihak terus berlanjut, sambil memperingatkan agar tidak terlalu memperhatikan informasi spekulatif mengenai proses negosiasi.

Terkait perkembangan negosiasi, media Iran melaporkan pada 31 Mei bahwa Teheran sedang bersiap untuk mengusulkan amandemen terhadap draf perjanjian yang sedang dibahas dengan AS, setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan meminta penyesuaian terhadap beberapa ketentuan utama dalam teks tersebut.

Kantor berita Tasnim , mengutip sumber yang mengetahui proses negosiasi, melaporkan bahwa pertukaran draf dokumen antara kedua pihak masih berlangsung dan Iran tidak menganggap amandemen yang diusulkan oleh pihak AS sebagai teks final. Sumber tersebut menekankan bahwa Teheran akan melakukan revisi sendiri dan hanya akan menerima dokumen yang memenuhi kepentingan dan persyaratan Iran.

Sumber tersebut juga menegaskan bahwa Iran telah mempersiapkan diri untuk semua skenario, termasuk kemungkinan kegagalan negosiasi dan kembali berkobarnya konflik. Menurut Tasnim , Teheran yakin berada dalam posisi untuk merespons jika kesepakatan yang diperlukan dengan Washington tidak tercapai.

Pernyataan-pernyataan ini dibuat setelah Presiden Trump menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa AS hampir mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi tetap membuka kemungkinan untuk menggunakan kekuatan militer jika negosiasi tidak menghasilkan hasil yang diinginkan.

Menurut sumber media AS dan Israel, kedua pihak baru-baru ini hampir mencapai kesepakatan berupa memorandum yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan memperpanjang gencatan senjata saat ini. Draf tersebut dilaporkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan bertahap blokade terhadap pelabuhan Iran, dan pelonggaran sebagian sanksi.

Namun, beberapa perbedaan pendapat utama masih belum terselesaikan. Yang paling menonjol di antaranya adalah tuntutan AS untuk komitmen spesifik terkait program nuklir Iran, khususnya penanganan uranium yang telah diperkaya, serta tuntutan Teheran untuk segera melepaskan sekitar $12 miliar aset yang dibekukan setelah penandatanganan perjanjian tersebut.

Menurut beberapa sumber, Presiden Trump telah meminta revisi terhadap persyaratan terkait transfer uranium yang diperkaya dan mekanisme pembukaan kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Penyesuaian ini diyakini telah mempersulit proses negosiasi, mengingat Teheran belum memberikan tanggapan resmi.

Baik AS maupun Iran belum mengkonfirmasi isi spesifik dari draf perjanjian yang saat ini sedang dinegosiasikan. Namun, para pengamat percaya bahwa beberapa hari mendatang akan sangat penting bagi prospek tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan antara kedua pihak setelah berbulan-bulan konflik dan konfrontasi militer.

Sumber: https://baoquocte.vn/iran-noi-gi-ve-tin-don-tong-thong-tu-chuc-400425.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
pembuat cetakan

pembuat cetakan

Tempat perlindungan bagi anak-anak.

Tempat perlindungan bagi anak-anak.

percepatan

percepatan