Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menekankan bahwa negara-negara di seluruh dunia harus menghargai manfaat kerja sama, bersama-sama mengatasi tantangan global ini, dan mendorong kemajuan manusia.
Pemandangan Forum Davos Musim Panas ke-14. (Sumber: Reuters)
Pada pagi hari tanggal 27 Juni, Forum Davos Musim Panas ke-14 dibuka di Tianjin, Cina utara.
Dengan tema "Kewirausahaan: Penggerak Ekonomi Global", forum ini diperkirakan akan menarik 1.500 delegasi termasuk pejabat politik , pelaku bisnis, akademisi, dan perwakilan organisasi internasional.
Berbicara pada upacara pembukaan, Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menekankan bahwa negara-negara di seluruh dunia sedang mengalami banyak guncangan akibat krisis global . Umat manusia juga menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, risiko utang, perlambatan pertumbuhan, dan kesenjangan antara si kaya dan si miskin.
Menurut Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, ketika menghadapi krisis besar, tidak ada negara yang dapat menyelesaikan masalah itu sendirian.
Ia menambahkan, selama tiga tahun terakhir ini semua negara telah berupaya keras mencegah pandemi COVID-19, hal ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan umat manusia yang bersatu dan saling peduli di masa-masa sulit.
Oleh karena itu, pemimpin Tiongkok menekankan, negara-negara di seluruh dunia harus menghargai manfaat kerja sama, bekerja sama untuk memecahkan tantangan global ini, dan mendorong kemajuan manusia.
Ia menghimbau negara-negara untuk melakukan upaya terus-menerus guna menjaga keadilan dan kesetaraan, melindungi keamanan bersama, dan memelihara lingkungan pembangunan yang damai dan stabil.
Forum Davos Musim Panas ke-14 akan berlangsung hingga 29 Juni.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)