Di Desa Binh Di, Kelurahan Giao Thinh, Distrik Giao Thuy, Provinsi Nam Dinh , terdapat sebuah "Museum Pedesaan" yang dibangun atas dasar hati seorang guru desa dan suaminya, seorang jenderal militer. Tempat ini kini menyimpan ribuan artefak sejarah yang berharga, menjadikannya daya tarik wisata bagi banyak wisatawan domestik dan mancanegara. "Museum Pedesaan" dipandang sebagai benang merah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan mengisyaratkan masa depan...
Terletak di lahan seluas 6.000 meter persegi, Museum Pedesaan pada dasarnya menggambarkan kembali kehidupan pedesaan penduduk Delta Utara dari masa lalu hingga masa kini. Museum ini didirikan oleh guru Ngo Thi Khieu, penduduk asli Giao Thinh, dan suaminya, Mayor Jenderal Hoang Kien.
Ini adalah salah satu museum swasta terbesar di negara ini, dan juga merupakan museum pertama yang memamerkan artefak tentang pedesaan di Vietnam.
Di ruang luar, pengunjung dapat mempelajari dan mengagumi rumah-rumah tua di pedesaan Utara melalui 3 model: Keluarga petani miskin; Keluarga petani menengah; dan Keluarga tuan tanah.
Barang-barang rumah tangga sehari-hari petani miskin dan tuan tanah dipajang di museum.
Rumah tuan tanah lama memiliki desain 5 kamar, halaman luas, dan dibeli dari sebuah keluarga di kecamatan Giao Thinh dengan perabotan lengkap: lemari teh, tempat tidur mahoni, lemari laci, nampan, sofa, dll.
Arsitektur gerbangnya juga dipugar dengan cermat mengikuti gaya tahun 1940-an.
Area pameran dalam ruangan terletak di gedung empat lantai yang terletak di tengah museum. Lantai pertama memamerkan memorabilia "kehidupan pejuang".
Pameran di sini disusun secara independen, dibagi menjadi topik utama: Jalan Truong Son - Perbatasan Selatan - Truong Sa - Aktivitas Pasukan Zeni... Yang paling unik dan berharga adalah pameran dan foto tentang proses pembangunan kepulauan Truong Sa oleh anak-anak Nam Dinh.
Di ruang pameran lantai 2 dan 3 Museum Pedesaan, tema utamanya adalah tanaman padi dan Delta Utara. Artefak yang dipamerkan sebagian besar berupa peralatan pertanian yang berkaitan dengan budidaya padi. Peralatan pertanian ini merupakan hasil produksi dan sangat erat kaitannya dengan kehidupan nenek moyang kita, seperti koleksi peralatan pertanian untuk mengolah lahan, peralatan pertanian untuk merawat padi, peralatan pertanian untuk memanen dan mengolah padi, dan kehidupan mereka yang paling jelas terlihat melalui dapur.
Ribuan artefak khas wilayah Utara juga dipamerkan, termasuk peralatan pertanian , perikanan, produksi garam, peralatan rumah tangga, dan perkakas. Terdapat sekitar 700 pot, nampan, baskom, dan vas perunggu; lebih dari 100 lampu minyak; lebih dari seratus kuintal berbagai koin, 2 kg uang kertas Indochina... lengkap dengan catatannya.
Berawal dari keinginan kecil seorang pensiunan guru, Ngo Thi Khieu, istri Mayor Jenderal Hoang Kien, untuk membangun perpustakaan kecil bagi para siswa dan masyarakat agar mereka dapat membaca buku dan memamerkan artefak pedesaan yang perlahan-lahan menghilang! Keinginannya yang tulus ini telah mendapat dukungan antusias dari distrik, komune, penduduk desa, serta teman-teman dari dekat dan jauh. Proyek Museum Pedesaan dimulai pada Maret 2011 dan hingga kini, setelah lebih dari 10 tahun, Museum ini telah dikunjungi lebih dari 250.000 orang untuk belajar, meneliti, dan bereksplorasi. Museum ini adalah proyek budaya swasta, sebuah karya budaya yang merekonstruksi jiwa, kehidupan, dan semangat kerja keras, perjuangan melawan alam, melawan penjajah asing, dari nenek moyang kita. Museum ini adalah benang merah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan mengisyaratkan masa depan...
Sumber: https://baodantoc.vn/kham-pha-bao-tang-doc-nhat-vo-nhi-o-nam-dinh-1720975046655.htm
Komentar (0)