
Menurut Laporan Tahunan ke-10 e-Conomy SEA 2025 yang diterbitkan oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Vietnam diperkirakan mencapai nilai barang dagangan bruto (Gross Merchandise Value/GMO) sebesar 39 miliar dolar AS pada akhir tahun 2025. Dengan tingkat pertumbuhan 17% per tahun, Vietnam memiliki ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Tenggara.
E-commerce terus menjadi kontributor terbesar terhadap total nilai barang Vietnam, mencakup dua pertiga dari total skala ekonomi digital dan diperkirakan tumbuh sebesar 17%, mencapai 25 miliar USD pada akhir tahun 2025.

Sektor transportasi dan pengiriman makanan terus menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat di Vietnam dalam hal nilai barang dagangan kotor, dengan perkiraan 20% dan 5 miliar USD pada tahun 2025.
Konten audiovisual daring (termasuk iklan, permainan video, video sesuai permintaan, musik sesuai permintaan) diperkirakan tumbuh lebih dari 16% dan mencapai skala 6 miliar USD; di mana Vietnam memiliki 3 pengembang permainan di 15 teratas global dalam hal unduhan.
Segmen perjalanan daring diproyeksikan tumbuh sebesar 16% hingga mencapai US$4 miliar. Berkat kebijakan visa yang menguntungkan dan strategi promosi internasional, kinerja impresif ini mencerminkan pemulihan kedatangan internasional, terutama dari pasar Asia dan Eropa, serta stabilitas segmen perjalanan domestik.
Vietnam telah memantapkan dirinya sebagai pemimpin di Asia Tenggara dalam hal kesiapan dan kepercayaan pengguna terhadap kecerdasan buatan (AI). Hal ini tercermin dalam tiga indikator utama: 81% pengguna berinteraksi dengan perangkat dan fitur AI setiap hari; 83% berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan keterampilan AI; dan 96% bersedia berbagi akses data dengan agen AI.

Dalam hal modal, Vietnam saat ini memiliki lebih dari 40 startup AI aktif, dan pasar tersebut juga mencatat investasi swasta sebesar 123 juta dolar AS di bidang AI tahun lalu. Angka ini menyumbang 5% dari total nilai investasi AI di seluruh kawasan pada periode yang sama. Selain itu, 79% investor memperkirakan aliran modal ke Vietnam akan terus meningkat, terutama di bidang perangkat lunak, layanan, AI, dan teknologi mendalam.
Total nilai transaksi melalui pembayaran digital diproyeksikan mencapai USD 178 miliar pada tahun 2025, mencerminkan meningkatnya peralihan ke platform digital di pasar. Di sektor ini, layanan pinjaman daring tengah meraih momentum yang signifikan, menempati peringkat kedua segmen keuangan dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini dengan CAGR sebesar 22% selama periode 2024-2025.
Untuk perdagangan video, Vietnam adalah pasar terbesar kedua dan kedua dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan volume transaksi sebesar 60% tahun-ke-tahun (YoY), mencapai 1,3 miliar transaksi.
Sumber: https://hanoimoi.vn/kinh-te-so-viet-nam-du-kien-dat-39-ty-usd-nam-2025-724619.html






Komentar (0)