Gambaran indah pedesaan yang damai di Hoi An memanjakan wisatawan - Foto: BD
Wisata sawah, mengamati sawah dan bercocok tanam bersama masyarakat Hoi An telah lama menjadi wisata menarik yang banyak dijalankan oleh berbagai bisnis perjalanan.
Dari awal tahun hingga puncak musim turis adalah waktu ketika jalan beton melalui sawah di Hoi An paling ramai.
Kebanyakan pengunjungnya berasal dari negara-negara Eropa, Australia, dan lain sebagainya. Tak hanya disuguhi pemandangan hamparan sawah yang hijau dan luas, aroma harum padi muda saat sedang tumbuh pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Sejak pagi hari, sawah di luar kota kuno Hoi An telah dipenuhi rombongan wisatawan yang bersepeda satu demi satu mengikuti petunjuk pemandu wisata untuk mengunjungi sawah.
Kota Hoi An telah lama mengidentifikasi wisata pertanian dan menjelajahi sawah sebagai cara untuk menarik pengunjung dan menciptakan pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Sawah di Hoi An telah dilarang oleh pemerintah untuk diubah peruntukannya, demi menjaga kedamaian ruang perkotaan.
Selain menyaksikan hamparan sawah, banyak wisatawan juga gemar melihat kerbau-kerbau gemuk dan harum baunya, yang digiring pemiliknya ke sawah untuk merumput dengan santai.
Untuk berfoto sambil tersenyum bersama kerbau atau menunggangi punggungnya, pengunjung harus membayar 20.000 - 50.000 VND kepada penggembala kerbau.
Menurut statistik, jumlah pengunjung ke Hoi An meningkat lagi, setelah lama terdampak COVID-19.
Sejak Tet, terdapat sekitar 300.000 pengunjung ke Kawasan Kota Tua, meningkat 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan jumlah pengunjung ini berdampak pada peningkatan jumlah tamu yang menginap, dengan tingkat hunian kamar rata-rata mencapai lebih dari 60%.
Jalan utama menuju pusat kota Hoi An melewati dua sawah - Foto: BD
Kadang-kadang, beberapa rumah petani muncul di tengah sawah, menciptakan gambaran yang lebih damai bagi Hoi An - Foto: BD
Sekelompok wisatawan Barat menikmati bersepeda di hamparan sawah - Foto: BD
Pengunjung berhenti di tengah sawah untuk mendengarkan pemandu wisata bercerita tentang sawah dan menikmati harumnya aroma padi muda - Foto: BD
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)