Sebelumnya, ketika memasuki toko elektronik, konsumen sering tertarik pada TV layar lengkung dengan klaim sebagai "produk paling premium." Teknologi ini menggunakan panel kaku yang mengintegrasikan chip LED untuk menciptakan kelengkungan yang diinginkan, sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif. Namun, lini produk ini telah menghilang secara perlahan dalam beberapa tahun terakhir, membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa.

Televisi layar lengkung tidak dapat bersaing dengan televisi layar datar.
FOTO: CNET
Salah satu masalah terbesar pada TV layar lengkung adalah sudut pandang. Saat penonton berdiri tepat di depan layar, mereka dapat menikmati pengalaman menonton yang jernih. Namun, saat dilihat dari sudut lain, seperti duduk di ujung sofa atau saat melakukan pekerjaan rumah tangga, gambar menjadi tidak nyaman dan kurang menarik. Akibatnya, TV layar lengkung tidak cocok untuk acara menonton film bersama keluarga atau teman, di mana pengalaman menonton bersama adalah hal yang diinginkan banyak orang.
Layar lengkung belum sepenuhnya menghilang.
Namun, teknologi layar lengkung tetap populer dan banyak digunakan pada monitor desktop dan gaming. Layar lengkung ultra lebar menawarkan pengalaman yang mendalam, bidang pandang yang lebih luas, dan area tampilan yang lebih besar, sehingga cocok untuk penggunaan jarak dekat dan posisi tetap.
Kelengkungan layar komputer sebenarnya merupakan fitur ergonomis yang memudahkan pengguna untuk melihat banyak aplikasi tanpa harus banyak menggerakkan leher. Saat ini, pengguna dapat menemukan monitor ultrawide terjangkau yang menawarkan performa gaming yang sangat baik.
Meskipun TV layar lengkung hampir menghilang dari pasaran, masih ada alasan kuat mengapa teknologi ini harus terus ada di bidang lain.
Sumber: https://thanhnien.vn/ly-do-khien-tv-man-hinh-cong-bien-mat-185260412094731949.htm






Komentar (0)