
Rumah komunal desa dan pemandangan pedesaan
Dalam struktur spasial desa-desa Vietnam, rumah komunal (đình) biasanya terletak di posisi yang menguntungkan dengan feng shui dan nilai pemandangan yang signifikan. Bait puisi rakyat, "Mataku lelah karena arah rumah komunal. Seluruh desa lelah, tetapi bukan hanya aku," adalah ungkapan yang berlebihan tentang pentingnya feng shui dalam memilih lahan untuk membangun rumah komunal.
Di Vietnam Utara, sebagian besar rumah komunal desa terletak di pusat desa, dengan fitur lanskap penting seperti pohon beringin, sumur, dan kolam desa. Di Vietnam Tengah, rumah komunal sering terletak di dekat sungai, jalan, atau di pinggir desa. Perbedaan ini mencerminkan kondisi geografis dan pola pemukiman di Vietnam Tengah, di mana desa-desa sering tersebar di sepanjang sungai atau jalur transportasi penting.
Secara arsitektur, rumah komunal (đình) terdiri dari beberapa elemen: Di bagian depan terdapat gerbang atau pintu masuk seremonial, yang menandai batas antara ruang luar dan ruang sakral rumah komunal. Selanjutnya adalah halaman – ruang publik terbesar dan terpenting di desa, tempat berlangsungnya festival dan kegiatan komunitas. Struktur utama rumah komunal biasanya adalah aula utama atau aula depan – tempat dilakukannya ritual untuk menyembah dewa dan mereka yang telah berkontribusi pada komunitas – dan juga tempat diadakannya pertemuan desa.

Di belakang aula utama terdapat tempat suci – tempat altar untuk dewa penjaga desa berada. Banyak balai komunal juga memiliki bangunan tambahan seperti aula samping, ruang penyimpanan, atau rumah tamu. Balai komunal desa biasanya dibangun dari kayu, dengan atap genteng, dan sistem tiang dan balok kayu, diukir dengan motif dekoratif: empat makhluk mitos, empat musim, pemandangan dan kehidupan sehari-hari masyarakat, yang mencerminkan tingkat estetika dan keahlian para pengrajin desa.
Dibandingkan dengan rumah-rumah komunal di desa-desa di Utara, rumah-rumah komunal di Vietnam Tengah umumnya berukuran lebih kecil dan tata letaknya lebih sederhana. Banyak rumah komunal hanya memiliki elemen dasar seperti halaman, aula utama, dan tempat ibadah, dengan sedikit struktur tambahan seperti sayap kiri dan kanan. Penyederhanaan ini mencerminkan kondisi ekonomi dan bahan bangunan yang tersedia di Vietnam Tengah pada masa lalu.
Rumah-rumah komunal di desa-desa di Vietnam Tengah biasanya menggunakan atap genteng yin-yang dan struktur kayu tradisional. Namun, sistem dekorasinya biasanya lebih sederhana dibandingkan dengan rumah-rumah komunal di Vietnam Utara. Beberapa rumah komunal di provinsi Hue dan Quang Nam masih dipengaruhi oleh gaya arsitektur kekaisaran Dinasti Nguyen, terutama dalam pengaturan ruang dan bentuk dekoratifnya.
Warisan budaya berlapis-lapis
Ketika orang Vietnam memulai migrasi ke selatan untuk memperluas wilayah mereka, mereka membawa serta banyak hal dari tanah air mereka: adat istiadat, kepercayaan, organisasi desa... dan bahkan rumah komunal desa. Dimulai pada abad ke-14 dan berkembang pesat pada abad ke-16 dan ke-17, banyak komunitas dari Vietnam Utara, Vietnam Tengah Utara, dan Vietnam Tengah bermigrasi ke tanah baru.

Ketika mereka mendirikan desa, mereka membangun balai desa seperti di kampung halaman mereka dulu. Para pejabat desa sering berkumpul di balai tersebut untuk membahas urusan desa. Hal-hal seperti perbaikan jalan, pembangunan jembatan, pembagian lahan komunal, dan penyelenggaraan festival semuanya dibahas di balai tersebut.
Selama festival, seluruh desa berkumpul di balai desa. Pada saat-saat ini, balai desa menyelenggarakan pertunjukan opera tradisional, tarian rakyat, dan permainan. Tua dan muda, anak-anak dan orang dewasa, semuanya ikut berpartisipasi. Ini adalah kesempatan langka sepanjang tahun ketika seluruh desa berkumpul bersama.
Rumah-rumah komunal di tanah para migran di Vietnam Tengah dan Selatan telah ada selama ratusan tahun, menyaksikan perubahan sejarah yang tak terhitung jumlahnya. Rumah-rumah ini bukan hanya struktur arsitektur kuno, tetapi juga warisan budaya yang berlapis-lapis.
Pertama dan terpenting, rumah-rumah komunal desa merupakan warisan dari pemerintahan otonom dalam sejarah pedesaan Vietnam dan migrasi penduduk Vietnam ke selatan. Dokumen, dekrit kerajaan, peraturan desa, dan lain-lain, yang tersimpan di rumah-rumah komunal ini, berfungsi sebagai bukti bagaimana masyarakat berfungsi di daerah pedesaan selama periode "reklamasi dan perluasan lahan". Ritual, festival, dan kebiasaan yang diamati di rumah-rumah komunal ini mencerminkan kehidupan spiritual komunitas melalui banyak generasi migran ke Selatan.
Kedua, rumah komunal desa merupakan warisan arsitektur dan seni. Tata letak dan struktur arsitektur, ukiran, kerangka kayu, atap genteng, dan pengaturan ruang rumah komunal adalah warisan yang menunjukkan keterampilan teknis dan selera estetika generasi pengrajin rakyat dari tanah leluhur mereka di Utara dan generasi selanjutnya yang tumbuh di tanah baru ini.
Bagi provinsi Quang Nam, balai desa memiliki makna yang lebih dalam lagi. Selama proses pemukiman lahan baru, balai desa berfungsi sebagai titik pemersatu bagi masyarakat dari berbagai daerah. Di sini, mereka menetapkan aturan bersama, menyembah dewa penjaga desa, dan menghormati leluhur mereka yang telah berkontribusi bagi desa dan negara.
Dari sinilah identitas desa dan komunitasnya terbentuk, dilestarikan, dan diwariskan. Balai desa bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga simbol persatuan dan semangat kepeloporan masyarakat Provinsi Quang Nam.
***
Melestarikan rumah-rumah komunal desa berarti melindungi struktur arsitektur kuno sekaligus melestarikan ingatan dan identitas komunitas. Ini juga merupakan cara agar nilai-nilai tradisional desa-desa Vietnam, termasuk yang ada di provinsi Quang Nam, terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Sumber: https://baodanang.vn/mai-dinh-xu-quang-3330911.html






Komentar (0)