Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora baru saja memutuskan untuk tidak mengadakan upacara pembukaan tahun ajaran 2024-2025 untuk menggunakan dana tersebut guna membantu masyarakat di daerah yang terkena banjir.
Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora Kota Ho Chi Minh tidak akan menyelenggarakan upacara pembukaan dan akan menggunakan dana tersebut untuk membantu daerah-daerah yang terkena banjir di wilayah Utara. (Sumber: Disediakan oleh universitas) |
Sebelumnya, Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora (VNU-HCM) berencana menyelenggarakan upacara pembukaan tahun ajaran 2024-2025 pada pagi hari tanggal 27 September. Hingga saat ini, semua persiapan telah dilakukan dengan cermat dan hampir rampung. Namun, menurut perwakilan universitas, dalam beberapa hari terakhir, Topan Yagi dan banjir yang disebabkan oleh sirkulasi badai telah menyebabkan kerusakan serius pada masyarakat dan properti di provinsi-provinsi utara, sehingga berbagi dan mendukung masyarakat menjadi lebih penting saat ini.
Meski demikian, kegiatan penyambutan mahasiswa baru dalam rangka upacara seperti ruang interaktif dengan pelaku usaha, penghargaan, pemberian beasiswa, kegiatan berbagi keterampilan... akan tetap dilaksanakan.
Seluruh biaya penyelenggaraan upacara pembukaan, sebesar 100 juta VND, akan ditransfer ke Komite Sentral Front Tanah Air Vietnam. Selain itu, pihak sekolah juga meluncurkan dan mengajak para pejabat, karyawan, dan siswa untuk terus berkontribusi mendukung program ini.
"Meskipun kami tahu ini selalu menjadi momen istimewa di hati setiap anak muda dan siswa baru, sekolah percaya bahwa upacara pembukaan tahun ini sungguh bermakna. Dan yang terpenting saat ini adalah tradisi solidaritas dan rasa saling cinta... para Humanis," ujar kepala sekolah.
Para pemimpin sekolah juga berharap agar siswa, mitra, karyawan, dan orang tua memahami, bersimpati, mendukung, dan mendampingi sekolah.
Kisah mengharukan dosen yang mencairkan uang pensiunnya untuk membantu korban banjir
Profesor Le Ngoc Thach. (Foto: NVCC) |
Profesor Le Ngoc Thach, dosen tamu di Universitas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh, menyumbangkan 1 miliar VND untuk membantu korban banjir di Vietnam Utara. Jumlah ini merupakan hasil penghematan yang ia dapatkan dari gaji, biaya mengajar, dan biaya menulis buku.
Profesor Le Ngoc Thach mengatakan bahwa beberapa hari terakhir ini, ia membaca koran dan memantau media sosial, melihat banyaknya warga di provinsi-provinsi utara yang terdampak banjir, dan kehidupan mereka sangat terdampak. Karena menyadari bahwa masyarakat membutuhkan dukungan materiil dan spiritual agar bencana alam ini segera teratasi, ia pun telah mengeluarkan seluruh tabungannya untuk membantu mereka.
"Saya berusaha melakukan apa pun yang saya bisa untuk membantu... Saya tidak punya tabungan lagi, tetapi saya masih menerima uang pensiun bulanan," ungkapnya.
Profesor Le Ngoc Thach adalah dosen di Fakultas Kimia, Universitas Ilmu Pengetahuan Alam, dan pengajar bagi banyak generasi mahasiswa kimia di berbagai universitas di wilayah Selatan. Selain mengajar dan melakukan penelitian ilmiah, beliau juga menulis banyak buku teks dan buku referensi. Setelah pensiun, beliau masih mengajar di berbagai universitas.
Khususnya, Profesor Thach telah berkali-kali berdonasi kepada organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan amal. Beliau menyumbangkan 2 miliar VND untuk Penghargaan Le Van Thoi, yang pertama sebesar 1,5 miliar VND, yang kedua sebesar 500 juta VND; beliau juga menyumbangkan 1 miliar VND untuk Penghargaan Kimia Hijau Le Van Thoi dari Asosiasi Kimia Kota Ho Chi Minh. Selain itu, beliau juga berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, bantuan kemanusiaan, membantu siswa miskin, dan mereka yang berada dalam kesulitan...
Pada 11 September, dalam upacara peluncuran sektor Pendidikan untuk membantu masyarakat terdampak Badai No. 3, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son mengatakan bahwa bantuan apa pun, mulai dari buku catatan, buku, uang tunai, barang-barang pribadi... saat ini sangat berharga. "Baik berupa 1.000 VND maupun pensil, bantuan tersebut sangat dibutuhkan, karena semangat pendidikan, semangat berbagi, itulah yang perlu digalang," ujar Panglima Sektor Pendidikan. |
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/mot-truong-dh-khong-to-chuc-khai-giang-dung-kinh-phi-ung-ho-vung-lu-lut-giao-su-rut-tien-duong-gia-ung-ho-ba-con-mien-bac-286124.html
Komentar (0)