Sekitar setengah jam kemudian, ketika staf memberi isyarat bahwa semuanya telah selesai, dia pergi untuk membantunya turun dari tempat tidur, lalu perlahan membimbingnya keluar dari ruangan. Saat mereka berjalan, dia mendekatkan wajahnya ke telinga wanita itu dan membisikkan sesuatu, dan yang saya lihat hanyalah senyumnya, senyum lembut yang memancarkan kegembiraan di matanya yang berkerut. Anggota staf medis itu berkata kepada saya, "Selalu seperti ini; setiap kali dia datang untuk sesi terapinya, dia yang menemaninya."
Melihat gambar pasangan lansia yang berjalan bergandengan tangan, saya tiba-tiba teringat sebuah kutipan anonim: "Kebahagiaan terbesar bukanlah saat Anda berjalan menyusuri lorong bergandengan tangan, tetapi saat Anda mempertahankan senyum itu di wajah Anda sepanjang tahun." Ada pasangan yang saling mencintai sepanjang pernikahan mereka (tentu saja, setiap pernikahan memiliki pasang surut dan tantangannya sendiri) dan menua bersama di tahun-tahun terakhir hidup mereka seperti itu.
Oleh karena itu, hatiku terasa sakit ketika melihat para pria dan wanita lanjut usia duduk diam di sudut, sesekali menarik ujung selendang putih berkabung mereka untuk menyeka air mata, mengucapkan selamat tinggal kepada pasangan mereka saat mereka pergi ke alam abadi. Orang tua, saudara kandung, anak-anak—mereka semua adalah kerabat sedarah, tetapi setiap orang memiliki kekhawatiran masing-masing. Hanya suami dan istri yang berjalan bersama melalui perjalanan hidup. Itulah mengapa orang menyebut suami dan istri sebagai pasangan hidup!
Dengan meningkatnya jumlah perceraian di kalangan keluarga muda, melihat pasangan lansia bersama sungguh menghangatkan hati! Mempertahankan ikatan cinta yang mendalam antara suami dan istri, saling mencintai hingga usia tua, bukanlah hal yang mudah, tetapi juga tidak terlalu sulit jika masing-masing pihak memahami perspektif pihak lain. Suami dan istri hendaknya menjadi "sahabat" untuk saling berbagi, sehingga cinta pernikahan mereka tetap hangat dan kuat, seperti pepatah "garam dan jahe" (sebuah metafora untuk bertahan dalam kesulitan).
"Kisah cinta terindah bukanlah kisah Romeo dan Juliet, melainkan kisah pasangan lansia yang hidup bersama seumur hidup." Melihat pasangan lansia itu saling merawat dengan penuh kasih sayang di halaman rumah sakit hari itu, saya memahami makna mendalam dari pepatah ini!
Teks dan foto: NHAT QUYNH
Sumber: https://baocamau.vn/muoi-man-gung-cay--a48207.html









Komentar (0)