
AS melancarkan serangan udara putaran baru yang menargetkan Iran. Foto: NDTV.
Menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh CBS News, serangan-serangan tersebut digambarkan sebagai tindakan "defensif". Pejabat AS tersebut menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata antara Washington dan Teheran tetap berlaku meskipun ada perkembangan militer baru.
Sumber tersebut juga menyatakan bahwa pasukan AS mencegat beberapa pesawat tanpa awak (UAV) yang diluncurkan dari Iran. Namun, AS belum merilis detail tentang lokasi kejadian atau tingkat kerusakan akibat serangan udara tersebut.
Serangan udara terbaru ini terjadi hanya dua hari setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi telah melakukan serangan "pertahanan diri" di Iran selatan. Menurut juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, targetnya termasuk peluncur rudal dan beberapa kapal Iran yang diduga mencoba memasang ranjau di laut. Washington menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran.
Dari pihak Teheran, para pejabat Iran mengecam keras serangan udara AS sebelumnya, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata, dan memperingatkan bahwa Iran tidak akan membiarkan tindakan permusuhan apa pun tanpa balasan.

Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan tindakan permusuhan apa pun tanpa tanggapan. Foto: NBC News.
Perkembangan militer terbaru ini terjadi ketika Presiden Donald Trump terus menekan Iran untuk menerima perjanjian jangka panjang dengan Washington. Pemimpin AS itu juga mengirimkan pesan kuat bahwa Washington siap untuk melanjutkan kampanye serangan udaranya dengan intensitas yang lebih besar jika Teheran tidak menerima syarat-syarat negosiasi saat ini. Presiden Trump percaya Iran memperpanjang negosiasi untuk menunggu peningkatan tekanan politik dan ekonomi terhadap AS, tetapi menegaskan bahwa Washington "dapat menunggu lebih lama."
Ngoc Lien
Sumber: CBS News/Reuters
Sumber: https://baothanhhoa.vn/my-khong-kich-co-so-quan-su-cua-iran-289131.htm








Komentar (0)