Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Mie Quang di persimpangan Ky Ly

Jika Anda pernah melewati persimpangan Ky Ly (komune Chien Dan, Da Nang), siapa pun yang pernah berhenti di sana pasti akan sulit melupakan mie ayam Tu Chau, yang oleh penduduk setempat disebut dengan penuh kasih sayang sebagai "mie Ky Ly Quang".

Báo Đà NẵngBáo Đà Nẵng06/09/2025

Mie Ky Ly Quang
Mie Ky Ly Quang. Foto: TA

Bagi banyak orang, ini bukan sekadar hidangan, tetapi juga bagian dari kenangan mereka. Banyak orang yang tinggal jauh dari rumah, setiap kali pulang, hal pertama yang mereka lakukan adalah mampir ke Ky Ly untuk makan semangkuk mi dan menemukan kembali cita rasa masa kecil mereka.

Tanpa papan nama yang mencolok atau kampanye pemasaran yang besar-besaran, warung makan kecil ini telah berdiri selama lebih dari 25 tahun, diam-diam menarik pelanggan dengan cita rasa tradisionalnya. Rahasia keunikan mi Tư Châu terletak pada ayamnya, yang merupakan jiwa dari hidangan ini.

Ibu Chau, pemilik kedai mie, berkata: "Ayamnya harus ayam jantan yang memiliki taji, dagingnya kenyal, kulitnya kuning, dan rasanya manis alami. Daging ayam yang baik tidak membutuhkan bumbu mewah; cukup bawang bombai, bawang putih, merica, cabai, sedikit garam, dan bubuk penyedap; rendam secukupnya agar dagingnya beraroma tetapi tetap mempertahankan aroma khasnya."

Selanjutnya, ayam direbus dalam minyak kacang murni, minyak yang kaya dan harum dari pedesaan Quang Nam. Hidangan yang sudah jadi harus empuk namun tetap kenyal, dan aromanya menyebar ke seluruh dapur dengan wangi asap yang khas. Kaldu juga dibuat dari tulang ayam, dengan tambahan kekayaan minyak kacang dan sedikit rasa asin dari rempah-rempah, semuanya berpadu untuk menciptakan rasa yang unik dan kaya yang sama sekali tidak berlebihan.

Mie itu sendiri merupakan rahasia keluarga restoran ini. Setiap pagi, keluarga Ibu Chau membuat mie secukupnya dari tepung beras murni untuk disajikan di restoran. Setelah lembaran mie dingin, mie diolesi dengan lapisan minyak kacang yang digoreng dengan bawang bombai, lalu diiris rata menjadi beberapa bundel. Mienya lembut, dengan kekenyalan yang pas, dan diberi banyak kaldu untuk melengkapi ayam, bersama dengan beberapa kacang panggang yang renyah dan beberapa daun bawang cincang halus untuk menambah daya tarik visual dan meningkatkan cita rasa.

Mie Quang Kỳ Lý disajikan hanya dengan dua jenis sayuran segar: bunga pisang yang diiris tipis dan herba pahit hijau segar, yang harus dipetik langsung dari desa sayuran Hoi An untuk memastikan cita rasa otentiknya. Herba pahit melengkapi rasa manis dan kaya dari ayam, sementara bunga pisang menambahkan sedikit rasa sepat, menyeimbangkan rasa. Di atas meja, selalu ada beberapa cabai hijau, jeruk nipis segar, dan kerupuk beras renyah untuk ditambahkan oleh pengunjung sesuai selera mereka.

Selama lebih dari 25 tahun, mi Ky Ly Quang mempertahankan resep aslinya, tidak mengejar tren yang sedang populer. Di era kuliner yang dikomersialkan, ketekunan ini membuktikan bahwa dengan dedikasi dan cita rasa, sebuah hidangan akan menemukan tempatnya di hati masyarakat. Terletak di persimpangan Jalan Raya Nasional 1 dan jalan menuju pusat Tam Ky, restoran ini telah menjadi tempat persinggahan yang familiar bagi pengemudi jarak jauh, peziarah, dan pelancong bisnis.

Nguyen Thu Thanh dan temannya menempuh perjalanan hampir 70 kilometer dari distrik Hai Chau, Da Nang, untuk makan mi. Ia bercerita: “Dulu saya sering makan mi Quang di Ky Ly saat masih mahasiswa. Sudah lebih dari satu dekade sejak saya berkesempatan kembali dan mengunjungi kedai mi Tu Chau untuk mengenang kembali kenangan itu. Bagian terbaiknya adalah mi di sini masih memiliki cita rasa yang familiar dan kaya, mempertahankan karakter unik Quang Nam, yang terus dipuji oleh teman saya.”

Mungkin, setiap mangkuk mi bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga sepotong kenangan, yang terhubung dengan citra provinsi Quang Nam yang damai dan sederhana. Kualitas inilah yang telah membantu nama mi Ky Ly Quang bertahan selama lebih dari dua dekade.

Sumber: https://baodanang.vn/my-quang-nga-ba-ky-ly-3301218.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk