Duta Besar Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov. (Sumber: Antara) |
Berbicara kepada wartawan setelah pembukaan acara “5 tahun kemitraan strategis ASEAN-Rusia” di Jakarta (Indonesia), Duta Besar Evgeny Zagaynov menegaskan bahwa Rusia dan ASEAN “memiliki potensi besar untuk kerja sama dalam proyek-proyek energi, dalam konteks meningkatnya permintaan energi di Asia Tenggara”.
Menurut diplomat Rusia, permintaan energi di kawasan itu akan meningkat sebesar 50% pada tahun 2050, sehingga kerja sama menjadi sangat penting.
Kedua belah pihak dapat bekerja sama dalam sejumlah proyek seperti produksi minyak dan gas alam, teknologi bersih terkait batubara dan sumber energi alternatif, sesuai dengan kebutuhan global akan solusi energi berkelanjutan.
Rusia telah menjadi mitra dialog ASEAN sejak tahun 1996. Pada bulan November 2018, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis.
Juli lalu, Menteri Luar Negeri ASEAN dan Rusia mengadopsi “Pernyataan Bersama Menteri Luar Negeri ASEAN dan Rusia dalam rangka Peringatan 5 Tahun Kemitraan Strategis ASEAN-Rusia”, yang menguraikan bidang-bidang prioritas kerja sama antara kedua belah pihak di tahun-tahun mendatang.
Area prioritas meliputi ketahanan pangan, mitigasi bencana, lingkungan, perubahan iklim dan keanekaragaman hayati, energi berkelanjutan dan ketahanan energi.
Duta Besar Zagaynov mengatakan bahwa Rusia siap meningkatkan pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) ke negara-negara ASEAN, yang berkontribusi dalam menjamin keamanan energi bagi kawasan.
Saat ini, Badan Energi Rusia secara aktif bekerja sama dengan Pusat Energi ASEAN dalam melaksanakan sejumlah proyek bersama di bidang statistik energi dan gas alam.
Menurut Badan Energi Internasional (IEA), Rusia adalah produsen minyak terbesar ketiga di dunia setelah AS dan Arab Saudi.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)