Pada tanggal 16 Agustus, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov menegaskan bahwa ia yakin Ukraina tidak akan menyerang pipa gas Nord Stream tanpa persetujuan diam-diam dari Amerika Serikat.
Ledakan Nord Stream terjadi di zona ekonomi Swedia dan Denmark. (Sumber: China Daily) |
Duta Besar Antonov mengatakan Rusia akan mengidentifikasi dan menghukum mereka yang berada di balik serangan itu.
Sehari sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan bahwa komandan militer tinggi Ukraina menyetujui serangan tahun 2022 terhadap jaringan pipa gas, meskipun Badan Intelijen Pusat AS (CIA) memperingatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk tidak melakukan serangan tersebut.
Dalam pernyataannya terkait insiden tersebut, Duta Besar Antonov menuduh: "Mereka berusaha mengalihkan semua tanggung jawab ke Ukraina. Kami akan berusaha mengidentifikasi pelaku sebenarnya dari pengeboman tersebut dan menghukum mereka."
Menurut diplomat itu, tidak mungkin Kiev dapat menyerang Nord Stream tanpa "kedipan mata" dari Washington.
“Faktanya, kita sedang berbicara tentang legalisasi terorisme secara diam-diam, bahkan ketika itu menyangkut wilayah sekutu,” tegas Antonov.
Ledakan terjadi di zona ekonomi Swedia dan Denmark.
Kedua negara menyatakan ledakan itu disengaja, tetapi belum secara terbuka menyatakan siapa yang bertanggung jawab. Kedua negara dan Jerman masih menyelidikinya.
* Sementara itu, setelah menerima tuduhan tersebut, Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak membantah semua tuduhan terhadap Kiev. Sebaliknya, ia justru menuding Rusia sebagai dalang di balik tindakan sabotase tersebut.
"Tindakan seperti itu hanya bisa dilakukan dengan sumber daya teknis dan finansial yang besar... Dan siapa yang memiliki semua ini pada saat pengeboman? Hanya Rusia," kata Podolyak.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/su-co-dong-chay-phuong-bac-nga-noi-ukraine-nhan-cai-nhay-mat-tu-my-kiev-khang-dinh-chi-co-the-la-moscow-282820.html
Komentar (0)