(CLO) Kremlin mengumumkan bahwa panggilan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump menandai titik balik dalam hubungan bilateral, dengan kedua negara mengalihkan fokus mereka dari konfrontasi ke dialog damai .
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menekankan bahwa percakapan antara kedua pemimpin mengirimkan pesan yang kuat tentang penyelesaian masalah melalui diplomasi daripada konfrontasi militer .
"Mulai sekarang, kita akan berbicara tentang perdamaian, bukan perang," kata Peskov dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto: Kantor Pers dan Informasi Kepresidenan Rusia
Menurut Kremlin, panggilan telepon tersebut terjadi pada 12 Februari, di mana Putin dan Trump membahas situasi di Ukraina, prospek untuk mengakhiri konflik, hubungan Rusia-AS, serta sejumlah isu internasional penting lainnya. Kedua pemimpin sepakat untuk menjaga komunikasi rutin dan merencanakan pertemuan tatap muka dalam waktu dekat.
Peskov mengatakan Rusia kurang berkomunikasi dengan pemerintahan AS sebelumnya dan menegaskan bahwa sikap Trump terhadap dialog damai dapat menarik dukungan dari kaum realis. Ia juga menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh Barat tidak akan menghambat kemajuan negosiasi Rusia-AS, karena sanksi tersebut dapat segera dicabut jika terdapat konsensus politik .
Para analis mengatakan perundingan antara Putin dan Trump dapat membuka babak baru dalam hubungan Rusia-AS, terutama karena konflik di Ukraina masih berlanjut dan ketegangan antara Moskow dan Barat belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Jika kedua belah pihak mencapai kemajuan dalam negosiasi mendatang, hal ini dapat berdampak signifikan pada lanskap politik global.
Ngoc Anh (menurut TASS, RIA, Reuters)
[iklan_2]
Source: https://www.congluan.vn/dien-kremlin-nga-va-my-dang-chuyen-tu-doi-dau-sang-doi-thoai-hoa-binh-post334763.html
Komentar (0)