![]() |
Ronaldo dengan jersey Al Nassr. |
"Dia pernah membuat Cristiano Ronaldo menangis." Hanya satu kalimat dari Luka Modric, mantan bintang Real Madrid, sudah cukup untuk membangkitkan kenangan tentang masa Mourinho di Bernabeu. Bukan karena kekalahan, bukan karena kesalahan fatal, tetapi hanya karena Ronaldo… tidak mengejar bek lawan saat melakukan permainan bertahan.
Di mata banyak orang, CR7 adalah simbol ambisi dan semangat juang yang pantang menyerah. Namun Modric mengklaim dia menyaksikan Mourinho memarahi Ronaldo di ruang ganti hingga sang superstar Portugal itu menangis. Bukan karena merasa dihina, tetapi karena harga dirinya terluka.
Mourinho tidak membedakan antara pemain bintang dan talenta muda. Baginya, Sergio Ramos atau pemain baru lainnya harus memenuhi standar yang sama. Jika seseorang tidak memenuhi standar, dia akan mengatakannya secara langsung. Pendekatan ini mungkin menyakitkan, tetapi mencerminkan jenis sepak bola yang diyakini Mourinho: disiplin di atas segalanya.
Bagi Ronaldo, kisah itu bahkan lebih istimewa. Itu terjadi selama periode ketika CR7 berada di puncak kariernya di Real Madrid, ketika dia dianggap sebagai pusat dari setiap sistem permainan.
Namun, hanya satu momen tidak mundur untuk membantu pertahanan sudah cukup bagi Mourinho untuk membuat keributan. Itu bukan kekerasan membabi buta. Itu adalah pesan bahwa tidak ada seorang pun yang terbebas dari tanggung jawab.
![]() |
Modric mengatakan Mourinho adalah pelatih paling menuntut yang pernah bekerja dengannya, tetapi juga yang paling jujur. |
Modric mengatakan Mourinho adalah pelatih paling menuntut yang pernah bekerja dengannya, tetapi juga yang paling jujur. Dia memperlakukan setiap pemain dengan setara.
Mourinho mungkin menyakiti orang lain, tetapi dia tidak pernah berbicara di belakang mereka. Dan kejujuran inilah yang membuatnya mendapatkan rasa hormat khusus dari banyak pemain, termasuk Modric.
Sebaliknya, kisah ini juga mengungkapkan sosok Ronaldo yang sangat berbeda. Bukan ikon yang tak tersentuh, tetapi manusia biasa dengan emosi, tekanan, dan rasa takut tidak mampu berprestasi dengan baik. Ketika Mourinho menegurnya karena tidak mengejar bek lawan, CR7 menangis bukan karena merasa dihina, tetapi karena ia tahu standar yang harus ia tetapkan adalah yang tertinggi.
Dalam sepak bola modern, banyak dibicarakan tentang manajemen pemain dan komunikasi yang lancar. Tetapi kisah Modric menegaskan kembali realitas yang berbeda: ada kalanya ketegasanlah yang membuat tim tetap berada di jalur yang benar.
Mourinho pernah membuat Ronaldo menangis. Namun mungkin justru momen-momen sulit itulah yang berkontribusi menjadikan CR7 sebagai pemain hebat, pemain yang tidak pernah membiarkan dirinya bermalas-malasan, bahkan dalam permainan bertahan.
Sumber: https://znews.vn/ngay-mourinho-lam-ronaldo-bat-khoc-post1615807.html









Komentar (0)