Puncak musim panen padi juga merupakan saat pekerjaan mengangkut padi mencapai puncaknya. Di sepanjang kanal di komune Tan Long, perahu dan kendaraan ramai beraktivitas. Para pekerja bekerja keras untuk mencari nafkah di bawah terik matahari.

Puluhan buruh berkumpul untuk menyekop beras ke dalam karung untuk dimuat ke truk yang akan diangkut ke pabrik penggilingan.
FOTO: DUY TAN
Setelah panen, beras diangkut dari sawah ke tepi kanal untuk ditimbang oleh pedagang, kemudian dipindahkan ke perahu atau truk untuk diangkut ke pabrik penggilingan. Tahap ini sepenuhnya bergantung pada tenaga kerja manusia, menciptakan "rantai perakitan" tenaga kerja yang khas pada musim panen di Delta Mekong.

Suasana kerja sangat ramai dari pagi hingga larut malam.
FOTO: DUY TAN
Di tengah terik matahari dengan suhu 37 hingga hampir 40 derajat Celcius, tim pengangkut beras (15-20 orang per tim) terus bekerja dengan tekun. Setiap hari, satu tim dapat mengangkut 150-170 ton beras. Karung-karung beras seberat 45-50 kg terus-menerus dipikul di pundak dengan ritme yang cepat dan upaya yang terkoordinasi.

Untuk pekerjaan mengangkut beras, setiap buruh laki-laki memperoleh upah antara 500.000 dan 600.000 VND per hari.
FOTO: DUY TAN
Seorang pekerja muda berbagi: "Pekerjaannya berat, tetapi suasananya selalu meriah dengan tawa dan percakapan. Baik kuat maupun lemah, kita semua memikul beban yang sama, dan jika ada yang lelah, kita saling membantu. Dukungan timbal balik ini membantu kita melewati jam kerja dari pagi hingga larut malam, terkadang tanpa istirahat makan siang."

Berkat upaya terkoordinasi mereka, setiap tim pengangkut beras (15-20 orang) dapat mengangkut 150-170 ton beras per hari.
FOTO: DUY TAN
Di tengah hari, di bawah terik matahari, keringat membasahi kemeja mereka saat banyak orang bergantian membantu. Goresan dari karung beras yang bergesekan dengan bahu dan leher mereka sudah menjadi hal yang biasa. Sebagai imbalannya, pendapatan dari pekerjaan ini cukup stabil selama musim panen.

Para pekerja dengan cepat memindahkan setiap karung beras, yang beratnya 45-50 kg, ke atas truk.
FOTO: DUY TAN
Rata-rata, setiap orang mendapatkan penghasilan 500.000 - 600.000 VND per hari. Pekerjaannya tidak tetap, dan siapa pun yang berhenti berisiko kehilangan bisnis, jadi kebanyakan orang berusaha sebaik mungkin untuk bekerja.

Perempuan bertanggung jawab untuk menyendok beras, memegang karung, dan mengikat lubang karung di barisan panen.
FOTO: DUY TAN
Tidak hanya laki-laki, tetapi perempuan juga memainkan peran penting dalam musim panen. Di sawah, perempuan dengan cekatan menyendok padi, memegang karung, dan mengikat mulut karung.

Biasanya, wanita dibayar 280.000 VND per hari.
FOTO: DUY TAN
Dari pukul 6 pagi hingga sekitar pukul 4 sore, mereka bekerja tanpa henti. Setiap hari mereka dibayar sekitar 280.000 VND, dan jika mereka bekerja lembur, penghasilan mereka dihitung berdasarkan hasil produksi dengan tarif 2.500 VND per karung beras.

Jika bekerja lembur, setiap karung beras akan dibayar 2.500 dong.
FOTO: DUY TAN
Ibu Thach Hong (42 tahun, dari komune Tan Long) mengaku: "Pekerjaan ini sangat berat, berdiri di bawah terik matahari sepanjang hari, tangan dan kaki saya tidak pernah istirahat. Tetapi memiliki pekerjaan adalah suatu keberuntungan, dan mendapatkan uang sebanyak itu selama musim panen adalah suatu kebahagiaan besar."

Bagi banyak buruh, hidup terikat pada musim.
FOTO: DUY TAN
Musim panen tidak hanya mendatangkan pendapatan tetapi juga menciptakan suasana kerja yang dinamis dan memperkuat ikatan komunitas. Suara mesin panen, orang-orang yang saling memanggil, serta tawa dan percakapan riang menciptakan gambaran kehidupan pedesaan yang semarak selama musim panen.

Beras diangkut dari sawah ke tepi kanal agar ditimbang oleh pedagang, kemudian dipindahkan ke perahu untuk diangkut ke pabrik penggilingan.
FOTO: DUY TAN
Bagi banyak buruh, kehidupan terikat pada musim. Setelah panen padi, mereka beralih ke bercocok tanam, menanam kembali, atau bekerja sebagai buruh upahan untuk mempertahankan penghasilan mereka.
Terlepas dari kesulitan yang ada, pekerjaan musiman ini telah memberikan sumber penghidupan tambahan bagi penduduk Tan Long. Setiap karung beras yang diangkut bukan hanya buah dari kerja keras para petani, tetapi juga hasil dari upaya diam-diam para pahlawan tanpa tanda jasa di balik layar.
Sumber: https://thanhnien.vn/doi-nang-vac-lua-mua-gat-lao-dong-mien-tay-ai-met-thi-anh-em-do-cho-185260416111035458.htm








Komentar (0)