Alasan
Ada banyak penyebabnya, termasuk kebiasaan makan yang tidak sehat seperti mengonsumsi terlalu banyak makanan berlemak, makanan bertepung, atau makanan gorengan dan pedas, yang membutuhkan waktu dan energi lama bagi tubuh untuk mencernanya.
Selain itu, kebiasaan minum minuman berkarbonasi, mengonsumsi makanan cepat saji, atau makan berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kembung dan gangguan pencernaan.
Masakan untuk orang yang mengalami kembung
Bubur nasi encer : Mudah dicerna, rendah lemak, menenangkan perut; dapat dimasak dengan sedikit jahe atau daging cincang tanpa lemak untuk menambah nutrisi.
Sup labu air dengan udang atau daging babi tanpa lemak : Labu air memiliki khasiat mendinginkan, membantu membersihkan tubuh dan mengurangi penumpukan gas; udang/daging babi tanpa lemak menyediakan protein yang mudah diserap.
Sup sayur : Terbuat dari wortel, kentang, labu, dan chayote; kaya akan serat larut, mudah dicerna, dan tidak menimbulkan gas.

Labu air memiliki khasiat mendinginkan, membantu membersihkan tubuh dan mengurangi penumpukan gas; udang/daging tanpa lemak menyediakan protein yang mudah diserap.
Pisang matang : Kaya akan kalium, pisang membantu pencernaan dan mengurangi kejang usus; mengonsumsi pisang yang lembut dan matang membantu mengurangi kembung sekaligus memberikan energi yang ringan.
Yogurt tanpa pemanis : Mengandung probiotik yang mendukung mikrobioma usus dan mengurangi kembung.
Catatan: Hindari penggunaan jika Anda mengalami sakit perut akibat diare atau intoleransi laktosa.
Jahe segar yang diseduh dalam air hangat atau teh jahe : Jahe membantu mengurangi gas, melancarkan pencernaan, dan menghangatkan perut; minumlah di pagi hari atau setelah makan.
Telur kukus atau rebus : Makanan ini menyediakan protein yang mudah dicerna, tanpa memberi tekanan pada perut seperti makanan yang digoreng.
Prinsip-prinsip perencanaan menu
Prioritaskan makanan yang mudah dicerna: Pilih hidangan lunak dan cair seperti bubur, sup, sayuran kukus, atau ikan rebus. Makanan ini tidak memberi tekanan pada perut dan usus, sehingga membantu mengurangi rasa kembung dan tidak nyaman.

Minum banyak air hangat membantu melunakkan makanan dan melancarkan pencernaan.
Makanlah perlahan dan kunyah dengan saksama: Kebiasaan makan terlalu cepat memaksa lambung bekerja lebih keras. Makan perlahan dan mengunyah dengan saksama membantu memecah makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga mendukung fungsi enzim pencernaan yang lebih efisien.
Bagilah waktu makan Anda sepanjang hari: Alih-alih makan tiga kali makan besar, cobalah membaginya menjadi lima hingga enam kali makan yang lebih kecil untuk mengurangi beban pada sistem pencernaan Anda. Ini membantu tubuh Anda menyerap nutrisi secara teratur tanpa memberi tekanan pada perut Anda.
Minumlah banyak air dan konsumsi suplemen probiotik: Minum banyak air hangat membantu melunakkan makanan dan melancarkan pencernaan. Selain itu, Anda dapat mengonsumsi suplemen yogurt atau probiotik untuk menyeimbangkan mikrobioma usus, sehingga pencernaan menjadi lebih stabil.
Makanan yang sebaiknya tidak Anda makan
Makanan yang digoreng dan pedas: Masakan ini menyebabkan lambung memproduksi lebih banyak asam, yang mudah menyebabkan peradangan, tukak lambung, dan kembung.

Hindari mengonsumsi makanan pedas, makanan gorengan dengan banyak minyak, kopi, alkohol, atau minuman ringan berkarbonasi.
Makanan olahan: Sosis, makanan kalengan, dan mi instan mengandung banyak pengawet, sulit dicerna, dan berdampak negatif pada mikrobioma usus.
Minuman berkarbonasi, kopi, dan minuman beralkohol: Meningkatkan risiko refluks asam, mengganggu keseimbangan bakteri baik, dan memperburuk gangguan pencernaan.
Makanan tinggi gula dan lemak: Menyebabkan pencernaan lambat, kembung, dan peningkatan rasa tidak nyaman setelah makan.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/nguoi-bi-day-bung-kho-tieu-nen-an-gi-de-nhanh-nhe-bung-172260521180941535.htm







Komentar (0)