• Pembayaran tanpa uang tunai di pasar tradisional, mengapa tidak?
  • Persatuan Pemuda Kota Bac Lieu: Mempromosikan pengembangan jaringan jalan 4.0 - "Pembayaran tanpa uang tunai"
  • Komune Hiep Thanh: Meluncurkan model "Jalur Pembayaran Non-Tunai".

Belanja digital - sebuah tren yang tak terhindarkan

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah , kementerian, dan daerah telah mengeluarkan banyak kebijakan dan pedoman untuk mempromosikan pembayaran tanpa uang tunai , mengidentifikasinya sebagai salah satu pilar penting dari proses transformasi digital nasional. Program-program seperti pengembangan perbankan digital, dompet elektronik, dan pembayaran kode QR telah diimplementasikan secara serentak, menciptakan landasan yang menguntungkan bagi masyarakat untuk mengakses dan menggunakan metode pembayaran modern.

Pembayaran tanpa uang tunai secara bertahap menjadi kebiasaan konsumen baru bagi masyarakat. Pembayaran tanpa uang tunai secara bertahap menjadi kebiasaan konsumen baru bagi masyarakat.

Yang patut diperhatikan bukan hanya kebijakannya, tetapi juga perubahan signifikan dalam kebiasaan masyarakat. Jika sebelumnya uang tunai hampir tak tergantikan untuk berbelanja dan pembayaran, kini, hanya dengan smartphone yang terhubung ke internet, banyak transaksi dapat dilakukan dengan cepat, nyaman, dan aman. Pada kenyataannya, pembayaran tanpa uang tunai secara bertahap menjadi tren yang tak terhindarkan dalam kehidupan sosial -ekonomi. Tidak hanya populer di kota-kota dan pusat-pusat komersial, bentuk pembayaran ini juga menyebar luas ke daerah pemukiman, pasar tradisional, toko-toko kecil, dan bahkan daerah pedesaan, di mana para petani mulai terbiasa memindai kode QR alih-alih membawa uang tunai saat bertransaksi.

Pengamatan di pasar lokal di distrik An Xuyen menunjukkan bahwa mudah untuk menemukan tanda kode QR yang tertata rapi di depan kios-kios. Dari warung mie dan kafe pinggir jalan hingga toko kelontong kecil, pembayaran melalui transfer bank telah menjadi hal biasa.


Sebelumnya, saya hanya menerima uang tunai karena saya pikir transfer bank itu merepotkan dan saya takut saya tidak paham teknologi. Tetapi setelah petugas setempat dan staf bank datang untuk membimbing saya tentang cara menggunakannya, saya merasa itu sangat nyaman,” ujar Ibu Nguyen Thi Hong, pemilik kios makanan di pasar tersebut.