Banyak delegasi mengomentari masalah ini dan menyarankan agar tidak dikenakan pajak pada barang ini.

Perwakilan Ha Sy Dong ( Quang Tri ) menyatakan bahwa pendingin ruangan telah dikenakan pajak cukai sejak tahun 1998 dengan tarif 20%, yang kemudian diturunkan menjadi 10% pada tahun 2008. "Sebelumnya, pendingin ruangan dapat dianggap sebagai barang mewah. Namun, dengan perkembangan masyarakat, pendingin ruangan kini telah menjadi kebutuhan pokok," kata Bapak Dong.

Delegasi tersebut mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa menjaga suhu ruangan yang sesuai memiliki pengaruh yang sangat positif terhadap peningkatan produktivitas intelektual. Hal ini sangat penting bagi Vietnam, mengingat orientasi negara tersebut saat ini terhadap pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.

Ia menyebut Singapura sebagai contoh, sebuah negara dengan iklim tropis yang panas dan lembap seperti Vietnam, tetapi yang sangat sukses dalam menggunakan pendingin udara untuk meningkatkan kualitas hidup warganya dan mengembangkan ekonomi berbasis pengetahuan.

"Negara-negara lain mengatur pendingin ruangan berdasarkan dua aspek berbeda: pertama, pengendalian zat pendingin, dan kedua, tingkat konsumsi listrik," analisisnya, seraya menyarankan agar pajak atas pendingin ruangan ini dihapuskan.

202411271527016278_z6074297186741_b483569c6d24f051a36bd511df8bac3c.jpg
Perwakilan Truong Trong Nghia. Foto: Majelis Nasional