![]() |
| Sepasang melon tersebut terjual dengan harga rekor 5,8 juta Yen. (Sumber: Kyodo) |
Di Jepang, lelang buah-buahan premium di awal musim sering menarik perhatian yang signifikan. Baru-baru ini, pada lelang awal musim di Pasar Sentral Sapporo di Hokkaido, sepasang melon Yubari terjual dengan harga rekor 5,8 juta Yen (lebih dari 958 juta VND).
Hal ini dipandang sebagai pertanda positif untuk panen buah ini tahun ini, yang dianggap sebagai produk pertanian simbolis Jepang.
Setelah lelang, sepasang melon istimewa tersebut akan dipajang di supermarket Sakuragaoka, bagian dari jaringan Keio Store, di Kota Tama, sebelah barat Tokyo.
Sepasang melon tersebut dibeli oleh Futami Seika, sebuah perusahaan grosir buah dan sayur yang berbasis di Kushiro. Hirokazu Okubo, perwakilan dari Futami Seika, mengatakan bahwa panen tahun ini berkualitas sangat tinggi berkat kondisi cuaca yang menguntungkan, menurut Seoul Economic Daily .
"Kami telah mengalami panen terbaik yang pernah ada. Kami berharap masyarakat di seluruh Jepang dapat menikmati cita rasa lezat melon Yubari," katanya.
Menurut penyelenggara, total 912 buah melon dilelang pada hari pertama musim tersebut. Melon Yubari adalah makanan khas terkenal dari Kota Yubari di Prefektur Hokkaido. Melon ini terkenal karena rasa manisnya yang menyegarkan, daging buahnya yang lembut, dan aromanya yang khas.
Menurut koperasi pertanian setempat, curah salju yang rendah di musim dingin dan cuaca musim semi yang stabil telah membantu tanaman tumbuh dengan baik, sehingga menghasilkan kualitas buah yang lebih konsisten dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk panen tahun ini, koperasi tersebut menargetkan pengiriman sekitar 3.086 ton melon Yubari, dengan perkiraan pendapatan sekitar 2,1 miliar Yen (347 miliar VND).
Lebih dari sekadar produk pertanian premium, melon Yubari memiliki makna khusus bagi kota Yubari. Kota ini dulunya makmur berkat pertambangan batu bara, tetapi kemudian jatuh ke dalam krisis utang yang parah. Kota ini berencana untuk melunasi semua utangnya pada akhir tahun fiskal berjalan.
Sumber: https://baoquocte.vn/nhat-ban-cap-dua-luoi-lap-ky-luc-ban-dau-gia-400569.html









Komentar (0)