Hari ini (14 Februari), pemerintah Jepang mengumumkan akan membuka cadangan berasnya untuk bersiap menghadapi situasi darurat guna mengatasi melonjaknya harga beras.
Beras di sebuah supermarket di pusat kota Tokyo pada akhir November 2024
Sebelumnya, pemerintah Tokyo pernah menggunakan cadangan beras nasional ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi dahsyat. Namun, ini pertama kalinya Jepang melakukannya karena gangguan distribusi menyebabkan harga beras meroket, menurut AFP hari ini, 14 Februari.
Sejak naik musim panas lalu, harga beras Jepang terus mengalami tren kenaikan di tengah kekurangan pasokan akibat penurunan produksi beras dalam negeri akibat cuaca ekstrem pada tahun 2023.
Jepang akan terpaksa terus menghadapi kenaikan suhu tahun depan, dengan 2024 menjadi tahun terpanas dalam sejarah negara tersebut. Di tahun yang sama, gelombang panas melanda dunia dan mencetak rekor panas baru.
Pada konferensi pers tanggal 14 Februari, Menteri Pertanian Taku Eto mengumumkan bahwa pemerintah akan mendistribusikan 210.000 ton beras dari cadangan 1 juta tonnya untuk membantu menstabilkan pasar.
"Kami ingin memperbaiki stagnasi distribusi dengan segala cara," tegas menteri tersebut.
Sebelumnya, pemerintah Tokyo berharap harga beras dapat kembali stabil ketika musim panen baru berakhir pada musim gugur 2024. Namun, harga beras terus meningkat.
Harga eceran rata-rata sekarung beras 5 kg sekarang adalah 3.686 yen (sekitar 614.000 VND), menurut survei resmi pada bulan Februari, naik dari 2.023 yen tahun lalu.
Bulan lalu, Kementerian Pertanian melonggarkan kebijakannya untuk mengizinkan pelepasan cadangan beras apabila diperlukan guna mengatasi tingginya harga beras.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/nhat-ban-lan-dau-mo-kho-du-tru-gao-chuan-bi-tinh-huong-khan-cap-vi-gia-cao-185250214110446694.htm
Komentar (0)