![]() |
Jepang memanfaatkan sepenuhnya kesalahan Islandia. |
Pertandingan persahabatan antara Jepang dan Islandia di Tokyo akhir pekan lalu menjadi salah satu ujian paling penting menjelang Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya, "aturan 10 detik" diterapkan dan hampir seketika berdampak langsung pada hasil pertandingan.
Pada menit ke-86, dengan skor masih 0-0, pelatih Arnar Gunnlaugsson memutuskan untuk melakukan dua pergantian pemain untuk memperkuat tim Islandia di menit-menit akhir pertandingan. Bek Gretarsson meninggalkan lapangan untuk memberi jalan bagi Hermannsson tanpa kesulitan, tetapi situasi dengan pergantian pemain lainnya berlangsung dengan cara yang sama sekali berbeda.
Gelandang Kristian Hlynsson terlalu lama meninggalkan lapangan setelah papan pergantian pemain diangkat. Menurut peraturan baru, pemain yang diganti hanya memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan di titik terdekat di garis pinggir lapangan.
Wasit asal Polandia, Damian Kos, langsung turun tangan, memberikan kartu kuning kepada Hlynsson dan mencegah pemain pengganti Thorvaldsson masuk ke lapangan. Akibatnya, Islandia harus bermain hanya dengan 10 pemain selama satu menit, sesuai dengan peraturan FIFA yang baru.
Periode singkat itu ternyata menjadi titik balik dalam pertandingan. Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Jepang meningkatkan tekanan dan Koki Ogawa mencetak satu-satunya gol, mengamankan kemenangan 1-0 untuk tim tuan rumah.
Aturan baru FIFA bertujuan untuk mengurangi penguluran waktu melalui pergantian pemain di akhir pertandingan. Sesuai aturan tersebut, pemain yang meninggalkan lapangan harus menyelesaikan pergantian mereka dalam waktu 10 detik dan harus meninggalkan lapangan di titik terdekat di garis pinggir lapangan.
Jika terjadi pelanggaran, pemain pengganti hanya diperbolehkan masuk lapangan pada jeda pertama setelah pertandingan dilanjutkan, yaitu satu menit kemudian.
Insiden di Tokyo menggambarkan dampak nyata dari peraturan baru tersebut. Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, ini menjadi peringatan bagi semua tim sebelum memasuki turnamen terbesar di planet ini.
Sumber: https://znews.vn/nhat-ban-thi-pham-hoan-hao-luat-moi-o-world-cup-post1655875.html









Komentar (0)