Emas saat ini merupakan logam mulia yang banyak disimpan oleh negara-negara di dunia untuk menstabilkan keuangan dan meminimalisir risiko dari fluktuasi ekonomi dan keuangan.
Menurut laporan terbaru dari World Gold Council (WGC), Amerika Serikat kini menjadi negara dengan cadangan emas terbesar di dunia, hampir setara dengan gabungan cadangan Prancis, Italia, dan Jerman. Amerika Serikat memiliki 8.133,5 ton emas, senilai sekitar $682,3 miliar, yang mencakup hampir 25% dari total cadangan emas dunia. Sebagian besar emas ini diyakini disimpan di brankas-brankas di seluruh Amerika Serikat, seperti tempat penyimpanan emas batangan, yang umumnya dikenal sebagai Fort Knox.
Cadangan emas AS memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan terhadap dolar AS, salah satu mata uang cadangan utama dunia.
Jerman berada di peringkat kedua dengan sekitar 3.351,53 ton emas, senilai $281,1 miliar. Dengan ekonomi yang kuat di Eropa, Jerman menyimpan emas dalam jumlah besar untuk melindungi aset nasionalnya di masa krisis keuangan. Sebagian besar emas Jerman disimpan di bank-bank sentral, termasuk Bundesbank dan beberapa brankas emas internasional.
Menjaga cadangan emas yang kuat membantu Jerman menjaga stabilitas ekonomi di zona euro, dan memperkuat kepercayaan terhadap euro.
Cadangan emas AS memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan terhadap dolar AS, salah satu mata uang cadangan utama dunia. Foto ilustrasi |
Dengan sekitar 2.450 ton emas, Italia menempati peringkat ketiga dalam daftar negara dengan cadangan emas terbesar. Perekonomian Italia juga dianggap sebagai salah satu yang terbesar di Zona Euro, dan cadangan emas memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan terhadap euro dan menjaga stabilitas keuangan negara.
Prancis menyimpan sekitar 2.436 ton emas, senilai $204,4 miliar, dan menempati peringkat keempat dalam daftar. Emas tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk melindungi aset di masa krisis, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas euro.
Rusia adalah negara yang telah meningkatkan cadangan emasnya secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan sekitar 2.300 ton emas, Rusia berada di peringkat kelima dalam daftar ini.
Tiongkok adalah ekonomi terbesar kedua di dunia dan memiliki sekitar 2.279,6 ton emas. Cadangan emas Tiongkok telah meningkat lebih dari lima kali lipat sejak awal tahun 2000-an, dari sekitar 400 ton pada tahun 2001 menjadi lebih dari 2.279 ton pada kuartal keempat tahun 2024. Tiongkok juga merupakan produsen emas terbesar di dunia.
Swiss, salah satu negara perbankan dan keuangan terkemuka di dunia, memiliki sekitar 1.040 ton emas. Cadangan emas Swiss tidak hanya mencerminkan stabilitas keuangannya, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pengelolaan moneter nasionalnya.
Jepang, ekonomi terbesar ketiga di dunia, saat ini memiliki sekitar 765 ton emas dalam cadangan nasionalnya. Meskipun Jepang mempertahankan cadangannya terutama dalam bentuk mata uang asing, emas tetap memainkan peran penting dalam melindungi kekayaan dan menjaga stabilitas keuangan domestik.
India memiliki sekitar 700 ton emas, menempati peringkat kesembilan dalam daftar negara dengan cadangan emas terbesar di dunia. Emas selalu memainkan peran penting dalam budaya dan perekonomian India, dan menjaga cadangan emas membantu melindungi perekonomian dari fluktuasi inflasi dan nilai tukar.
Belanda berada di posisi ke-10 dengan 612 ton emas. Negara ini memiliki cadangan emas yang besar untuk menstabilkan keuangannya dan memitigasi risiko keuangan akibat fluktuasi euro dan faktor internasional lainnya.
[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/nhung-nuoc-nao-dang-du-tru-vang-lon-nhat-the-gioi-378638.html
Komentar (0)