(Dan Tri) - Dengan memalsukan slip transfer saat membeli teh susu, karyawan perempuan berusia 19 tahun itu menangis ketika menyadari telah ditipu. Meskipun jumlah uangnya tidak besar, itu tetap setara dengan beberapa hari kerjanya.
Baru saja membuka kedai teh susu di depan gerbang sekolah selama beberapa bulan, Tn. Nguyen Hoang Vinh ( Hai Phong ) mengalami penipuan, formulir transfer uang online miliknya dipalsukan.
Ia dan istrinya bekerja di kantor dan baru-baru ini berinvestasi di kedai teh susu dan yogurt. Ia mengoperasikan dan mengelola toko dari jarak jauh, serta mempekerjakan staf penjualan langsung.
Pemilik kedai teh susu mengatakan bahwa sekitar pukul 4:00 sore pada tanggal 21 Februari, seorang pemuda jangkung mengenakan jaket pelampung hitam dan masker memasuki kedai untuk membeli secangkir teh susu.
Pelanggan memalsukan slip transfer (Foto: NVCC).
"Secangkir teh susu hanya 15.000 VND. Namun, orang ini mengatakan akan mentransfer 515.000 VND ke toko dan menerima 500.000 VND tunai," ujar Bapak Vinh.
Karena tokonya baru saja dibuka, karyawan berusia 19 tahun itu tidak memiliki banyak pengalaman praktis, jadi ia dengan naif mendengarkan kata-kata pelanggan. Setelah menunjukkan kode pindaian, orang ini pun melakukan transaksi seperti transfer transaksi biasa.
Kemudian mereka juga menunjukkan layar ponsel yang menunjukkan tanda terima transfer yang berhasil kepada staf untuk diamati.
"Saat itu, karyawan saya mungkin mengira ada masalah jaringan sehingga dia tidak menerima notifikasi transfer uang. Dia juga mengambil tangkapan layar transfer dari pria ini. Namun, setelah beberapa saat, dia masih belum menerima uangnya, jadi karyawan itu menelepon saya dengan panik," ungkap pemilik toko tersebut.
Karena baru saja mulai bekerja dan menghadapi situasi tak terduga, karyawan wanita itu menangis. Uang sebesar 500.000 VND memang tidak terlalu besar, tetapi setara dengan beberapa hari kerjanya.
Namun, Bapak Vinh tidak menyalahkan karyawan tersebut. Namun, beliau mengatakan bahwa karyawan tersebut merasa terkejut dan sedih ketika menghadapi situasi seperti itu untuk pertama kalinya.
Mereka menggunakan aplikasi untuk memalsukan slip transfer uang (Foto: NVCC).
Ini juga menjadi pelajaran baginya untuk lebih berhati-hati dalam menginstruksikan stafnya. Karena tokonya baru saja dibuka, ia belum memiliki kondisi untuk memasang perangkat tambahan guna melaporkan jumlah uang yang diterima di toko.
"Setelah menyelidiki layar transfer yang ditangkap oleh staf, saya menemukan bahwa mereka menggunakan aplikasi profesional untuk memalsukan slip transfer daring.
Oleh karena itu, saya rasa perlu untuk bersuara dan memperingatkan semua orang tentang trik ini. Karena yang paling ditakutkan adalah mereka akan menipu para perempuan dan ibu-ibu penjual barang di pasar padahal mereka belum terdaftar untuk mendapatkan notifikasi dari bank," tegas Bapak Vinh.
Setelah membagikan unggahan tersebut di media sosial, ia sendiri menerima banyak tanggapan dari komunitas ketika ia berada dalam situasi serupa. Dengan trik yang sama, banyak korban yang terjebak dalam situasi "setengah menangis, setengah tertawa" ini.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/lao-dong-viec-lam/nu-nhan-vien-bat-khoc-khi-phat-hien-bi-lua-dao-trong-chop-mat-20250222154824998.htm
Komentar (0)