"Kami telah mendengar kabar duka atas meninggalnya atlet Olimpiade Rebecca Cheptegei... setelah serangan brutal oleh pacarnya," ujar Donald Rukare, presiden Komite Olimpiade Uganda, dalam sebuah postingan di X.
Atlet Rebecca Cheptegei. Foto: Reuters
Sebelumnya, media Kenya dan Uganda melaporkan bahwa Cheptegei, 33 tahun, seorang peserta Olimpiade Paris 2024, menderita luka bakar lebih dari 75% di sekujur tubuhnya setelah dibakar oleh pacarnya pada 1 September. Ia dilarikan ke ruang gawat darurat tetapi tidak selamat.
Menteri Olahraga Kenya, Kipchumba Murkomen, menyebut kematian atlet tersebut sebagai kehilangan yang sangat besar. "Tragedi ini menjadi pengingat yang kuat bahwa kita harus berbuat lebih banyak untuk memerangi kekerasan berbasis gender di masyarakat kita, yang telah menjadi masalah serius dalam beberapa tahun terakhir di dunia olahraga profesional," ujarnya.
Federasi Atletik Uganda telah menuntut keadilan bagi Cheptegei. Menteri Olahraga Uganda, Peter Ogwang, mengatakan pihak berwenang Kenya sedang menyelidiki pembunuhan tersebut, yang telah memicu gelombang kekerasan terhadap perempuan di negara Afrika Timur tersebut.
Menurut data pemerintah tahun 2022, hampir 34% anak perempuan dan perempuan Kenya berusia 15-49 tahun pernah mengalami kekerasan fisik, dengan perempuan yang sudah menikah berada pada risiko yang sangat tinggi, dengan 41% menghadapi kekerasan.
Ngoc Anh (menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/nu-vdv-olympic-2024-bi-ban-trai-thieu-song-da-tu-vong-post310765.html
Komentar (0)