Pada tanggal 19 September, Bapak Nguyen Thanh Hong, Wakil Kepala Departemen Perlindungan Hutan Antar Distrik Tuy Phuoc - Quy Nhon (Binh Dinh), mengatakan bahwa ia baru saja menerima dua trenggiling Jawa, yang diserahkan secara sukarela oleh Bapak Nguyen Thanh Tuan (43 tahun, di kelompok 10, area 8, bangsal Nhon Phu, kota Quy Nhon).
Dua induk dan anak trenggiling dirawat oleh penduduk setempat (Foto: Thanh Hong).
Menurut Bapak Tuan, pada tanggal 14 September, setelah mendengar seekor anjing menggonggong di belakang rumah, ia pun keluar untuk memeriksa dan mendapati dua ekor trenggiling (1 induk dan 1 anak) tergeletak di dalam lubang pohon di kaki gunung.
Karena khawatir induk dan anak trenggiling tersebut akan diburu oleh anjing-anjing milik keluarga, Tuan membawa mereka pulang untuk dirawat sementara, lalu menyerahkan mereka kepada pihak berwajib untuk dilepaskan kembali ke hutan.
Berdasarkan catatan penerimaan, 2 ekor trenggiling jawa tersebut merupakan satwa langka dan terancam punah golongan IB, yaitu 1 ekor betina (berat 2,8 kg) dengan kondisi terluka disertai nanah di ekor, tidak mau makan selama 3 hari dan 1 ekor anak trenggiling yang belum diketahui jenis kelaminnya, berat 0,05 kg, tali pusarnya kering dan belum putus.
Departemen Perlindungan Hutan Antar Distrik Tuy Phuoc - Quy Nhon menerima 2 trenggiling Jawa yang diserahkan secara sukarela oleh Bapak Nguyen Thanh Tuan (Foto: Thanh Hong).
Setelah menerima kedua trenggiling tersebut, Dinas Perlindungan Hutan Antar-Distrik Tuy Phuoc - Quy Nhon membawa mereka kembali ke dinas untuk diselamatkan dan dirawat. Bersamaan dengan itu, sebuah dokumen akan dikirimkan ke Dinas Perlindungan Hutan Provinsi Binh Dinh untuk melaporkan kejadian tersebut agar para pimpinan unit dapat meninjau dan mengarahkan penanganan sesuai peraturan.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/xa-hoi/phat-hien-te-te-me-quy-hiem-sinh-con-trong-hoc-cay-gan-nha-dan-20240919091127053.htm
Komentar (0)