Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Uji coba retensi karyawan.

Peningkatan bonus Tahun Baru Imlek dan penyesuaian awal upah minimum regional merupakan pertanda positif bagi pasar tenaga kerja di penghujung Tahun Ular. Dalam konteks persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, terutama di kota-kota besar, gaji dan bonus bukan hanya sekadar pembayaran, tetapi juga ujian kemampuan untuk mempertahankan karyawan dan efektivitas pengelolaan kebijakan ketenagakerjaan oleh pemerintah daerah dan organisasi.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng09/02/2026

Setiap musim semi, bonus Tết selalu menjadi perhatian utama bagi para pekerja. Di luar nilai materiilnya, bonus juga memiliki makna spiritual, mewakili pengakuan dari pemberi kerja dan pemerintah daerah atas upaya dan dedikasi karyawan sepanjang tahun. Angka yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri menunjukkan gambaran yang lebih cerah mengenai bonus Tết tahun ini. Rata-rata bonus Tết mencapai 8,69 juta VND per orang, meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya; di Kota Ho Chi Minh saja, bonus tertinggi mencapai 1,8 miliar VND.

Selain itu, mulai 1 Januari 2026, upah minimum regional akan meningkat sebesar 7,2%, yang juga merupakan peningkatan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (sekitar 6%). Lebih lanjut, kenaikan ini akan diberlakukan relatif lebih awal (awal November 2025), memberikan waktu bagi bisnis untuk mempersiapkan dan secara proaktif menyeimbangkan biaya, sekaligus memungkinkan pekerja untuk mengantisipasi peningkatan pendapatan mereka, sehingga menstabilkan moral mereka dan merencanakan pengeluaran mereka.

Secara keseluruhan, lanskap gaji dan bonus tahun ini memiliki banyak aspek positif. Namun, dalam konteks pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif, terutama di kota-kota besar, isu intinya adalah apakah kenaikan ini cukup untuk mempertahankan pekerja. Pada kenyataannya, setiap penyesuaian upah minimum membawa harapan yang signifikan dari para pekerja, khususnya mereka yang berada di sektor tidak terampil dan berpenghasilan rendah. Dengan biaya hidup dan perumahan yang terus meningkat, upah menjadi faktor terpenting yang memengaruhi keputusan pekerja untuk tetap bertahan di pekerjaan mereka saat ini atau berganti pekerjaan.

Survei pasar tenaga kerja tahun 2026 oleh penyedia jasa rekrutmen terkemuka di Vietnam mengungkapkan bahwa pendapatan yang tidak memuaskan tetap menjadi alasan utama karyawan mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan mereka, di samping peluang untuk belajar dan pengembangan. Hal ini mencerminkan tren yang jelas: karyawan tidak hanya memperhatikan pendapatan langsung tetapi semakin fokus pada prospek karir jangka panjang, lingkungan kerja, dan stabilitas.

Dunia usaha juga menghadapi tekanan yang cukup besar. Menaikkan upah berarti meningkatkan biaya produksi, sementara produktivitas tenaga kerja dan daya saing di banyak industri dan sektor tetap terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa mempertahankan karyawan membutuhkan pendekatan yang lebih holistik. Pendapatan perlu dikaitkan dengan produktivitas, disertai dengan peningkatan kondisi kerja, perluasan kesempatan pelatihan, dan jalur pengembangan karier yang jelas bagi karyawan.

Di Kota Ho Chi Minh, solusi untuk menstabilkan hubungan kerja telah diimplementasikan secara cukup komprehensif, mulai dari memantau pelaksanaan upah, bonus, dan jaminan sosial, hingga mendorong dialog di tempat kerja dan menangani perselisihan kerja dengan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa kota tersebut telah secara jelas menilai peran kebijakan upah dalam menjaga stabilitas pasar tenaga kerja, terutama selama liburan Tet dan fase pemulihan serta percepatan ekonomi .

Secara keseluruhan, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam pendapatan dan kondisi kerja antara berbagai sektor bisnis dan kelompok tenaga kerja. Tanpa mekanisme pemantauan dan dukungan yang memadai, risiko migrasi tenaga kerja dari sektor berpenghasilan rendah ke sektor dengan kondisi yang lebih baik akan terus meningkat, sehingga mengganggu pasar tenaga kerja pasca-Tet. Gaji dan bonus merupakan indikator kunci hubungan antara bisnis dan karyawan. Ketika pendapatan jelas dan stabil, karyawan merasa aman dan berkomitmen, sehingga berkontribusi pada pasar tenaga kerja pasca-Tet yang lebih stabil.

Sumber: https://www.sggp.org.vn/phep-thu-giu-chan-nguoi-lao-dong-post837980.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Mengenang titik balik Bamboo Airways

Mengenang titik balik Bamboo Airways

Empat generasi, satu permainan catur Dong Son, menggemakan suara sejarah.

Empat generasi, satu permainan catur Dong Son, menggemakan suara sejarah.

Perkemahan perusahaan

Perkemahan perusahaan